Puluhan Kapal Ikan Dari Benoa Menyusul Akan Pindah ke PPN Pengambengan

Persindonesia.com Jembrana – Menjelang perhelatan Presidensi G20, sudah 5 buah kapal ikan yang parkir di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dari Pelabuhan Benoa. Kapal-kapal tersebut kondisinya dalam keadaan rusak dan akan diperbaiki di Pelabuhan Pengambengan.

Menurut informasi, selain 5 kapal ikan tersebut, ada lagi 3 buah kapal akan ditarik dari Pelabuhan Benoa menuju Pelabuhan Pengambengan. Bahkan rencananya sekitar 30 buah kapal ikan akan di docking di PPN Pengambengan, kedatangannya pun rencananya bergantian agar tidak mengganggu aktivitas di kolam labuh.

Komnas HAM: Jangan Ada Informasi yang Ditambah-tambah di Masyarakat

Saat dikonfirmasi awak media  Kepala Cabang PT. Cilacap Kabupaten Jembrana Tafir saat memantau kapal yang akan diperbaiki di kolam labuh mengatakan, Pihaknya juga menjelaskan kapal yang mendapatkan ijin untuk docking di Pengambengan berjumlah 9 (sembilan) kapal. Senin (25/7/2022).

“Ijin yang kami dapat untuk docking itu sembilan kapal di PPN Pengambengan, rencananya itu nanti ada sekitar 30 kapal yang ditarik dari Benoa, itu semuanya harus bersih dari kolam labuh pelabuhan Beoa, karena ada perhelatan G20, tapi itu bertahap masuk di kolam labuh Pengambengan, tidak sekalian takutnya mengganggu juga,” terangnya.

Terancam 15 Tahun Penjara, HF Pengedar Sabu Asal Mojoklanggru Surabaya di Gelandang Polisi

Alasan dilaksanakan perbaikan di PPN Pengambengan, lanjut Tajir, lantaran kondisi kapal yang sudah rusak dan tidak memungkinkan di kirim ke daerah lain, “jika di kirim lebih jauh lagi ditakutkan tidak sampai disana, karena kondisi kapal yang sudah rusak karena lama tidak dipakai, lebih dari 3 tahun kapal tidak beroprasi, banyak yang keropos, jika di perbaiki di Benoa juga ada G20, terpaksa disini,” ujarnya.

Lebuh lanjut Tajir mengatakan, pelaksanaan perbaikan kapal ini masih menunggu bahan dari Cianjur Jawa Barat, “jika sudah datang pasti segera diperbaiki, karena kita juga kejar waktu, selain itu disini kuota masuk kolam labuh sedikit, waktu pengerjaan juga cukup lama, untuk satu kapal saja menghabiskan waktu hingga satu bulan, jadi kita harus kerja ekstra disini,” bebernya.

Serangkaian HAN, RSUD Negara Bagi-bagi Bingkisan Untuk Pasien Anak

Terkait pengerjaan kapal, imbuh tajir, nantinya akan dikerjakan diluar kolam labuh, setelah diharuskan mengosongkan kolam labuh di Benoa pihaknya akan perbaiki kapal diluar kolam. “Ya kalau diluar kolam diperbaiki, kendalanya arus gelombang akan menghambat pengerjaan, kita juga tidak bisa memperbaiki di kolam labuh Pengambengan dampaknya akan mengganggu aktivitas nelayan setempat,” pungkasnya. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *