Pura Dalem Batuagung Gelar Pedudusan Agung Menawa Ratna, Anggaran Rp2,4 Miliar Tanpa Urunan Wajib

Persindonesia.com Batuagung – Pura Dalem Desa Adat Batuagung yang didirikan pada tahun 2017 akhirnya melaksanakan upacara Memungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung Menawa Ratna, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini. Rangkaian yadnya besar ini mencakup tiga pura sekaligus, yakni Pura Dalem, Pura Prajapati, dan Pura Taman. Adapun puncak karya berlangsung pada Rabu 18 November 2026.

Selain rangkaian upacara, Desa Adat Batuagung juga melengkapi diri dengan empat tapakan baru, terdiri dari satu barong, dua rangda, dan satu celuluk. Total anggaran upakara serta pembuatan empat tapakan tersebut diperkirakan mencapai Rp2,422 miliar, yang bersumber dari sistem gotong royong, sumbangan punia, serta bantuan pemerintah.

Bendesa Adat Batuagung Ida Bagus Komang Mudi Astika, saat dikonfirmasi, menyampaikan perjalanan krama Desa Adat Batuagung yang terdiri dari sembilan banjar dengan jumlah kepala keluarga sekitar 2.000 KK, didampingi panitia dalam merencanakan upacara-upakara di Pura Dalem tersebut. Untuk rangkaian upacara, anggaran yang disiapkan mencapai Rp2 miliar, sudah termasuk seluruh rangkaian upacara-upakara beserta bebantennya.

DPD Demokrat Kalbar Silaturahmi ke Bengkayang, Iyus Ajak Kader Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

“Kami mengeluarkan slogan ‘Ngenteg Linggih Memungkah Pedudusan Agung’ itu dengan sistem gotong royong,” katanya, Sabtu (7/11).

Ia menegaskan, dengan kesimpulan bahwa tidak ada urunan wajib dalam pembiayaan karya besar ini. Yang dikedepankan adalah menggugah rasa memiliki dan rasa tanggung jawab krama sebagai anggota desa adat, baik laki-laki maupun perempuan.

“Tidak ada urunan wajib. Yang kami kedepankan itu adalah bagaimana caranya kami selaku pimpinan desa adat itu menggugah rasa memiliki, rasa tanggung jawab sebagai anggota krama, baik laki maupun perempuan,” ujarnya.

Kurun hingga Oktober 2026 Puluhan Berbagai Kasus Pencurian Gerayangi Gianyar

Terkait tapakan, Mudi Astika menjelaskan, keberadaan pelawatan atau tapakan merupakan kelengkapan yang harus ada mengingat karya ini berlangsung di Pura Dalem. Karena itu, dibentuk panitia pengadaan tapakan, dan dengan keluarnya SK kedua, tapakan yang diidamkan akhirnya terwujud. Anggaran tapakan sebesar Rp422 juta seluruhnya bersumber dari donatur dan bantuan pemerintah, tanpa urunan sepeser pun dari krama.

“Itu semua muaranya adalah dari punia dan juga bantuan pemerintah,” ungkapnya, merangkum sumber anggaran upacara maupun tapakan.

Keempat tapakan tersebut dibuat di Desa Batuan, Gianyar. Ia menyebut, seluruh proses mulai dari pembuatan hingga mendak atau penjemputan menuju Pura Dalem berjalan dengan lancar. KS