Persindonesia.com Jembrana – Pasca bencana banjir bandang di Sungai Bilukpoh sebanyak 32 KK akan direlokasi yang diantaranya 6 warga Desa Penyaringan dan 26 KK dari Kelurahan Tegalcangkring. Kesemua warga tersebut rumahnya tidak bisa ditempati. Terkait lokasi untuk relokasi akan disedikan 3 lokasi nantinya ditanah Pemvrop Bali.
Diketahui proses relokasi warga korban banjir sampai saat ini masih dalam proses administrasi. Selain itu beberapa kerusakan insfratruktur yang diakibatkan oleh banjir bandang di beberapa wilayah di Jembrana seperti jembatan putus dan jalan umum yang longsor semua sudah ditangani.
Dibantu Kementrian PUPR, Revitalisasi Pasar Umum Negara Dimulai 2023
Saat dikonfirmasi awak media Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, pihaknya masih dalam tahap proses administrasi terkait relokasi korban banjir. “Kemarin teman-teman dari BPBD Jembrana turun bersama tim dari provinsi untuk menentukan tanah yang mana dipakai untuk relokasi warga,” ucapnya. Selasa (22/11/22).
Sebelumnya, lanjut Tamba, terkait lokasi sudah ditentukan, tergantung dari warga menyetujui lokasi tersebut. “Ya tergantung warga apakah mau atau tidak?, ada 3 lokasi yang dipilih, dan warga yang direlokasi sebanyak 32 KK, dikedua wilayah diantaranya 6 orang di Desa Penyaringan dan 26 lagi berada di Kelurahan Tegalcangkring (Lingkungan Bilukpoh),” terangnya.
PTPN V Pekanbaru :Tidak Perlu Izin Galian C Bila Lokasi di Dalam HGU
Tamba berharap masyarakat harus bersabar, dikarenakan dalam relokasi tersebut masih dalam proses administrasi. Relokasi tersebut sudah diberikan lampu hijau oleh pusat akan tetapi masih tetap ada administrasi . Adanya jembatan putus dibeberapa wilayah di Kabupaten Jembrana sudah ditangani oleh Gubernur Bali melalui dana BKK provinsi Bali.
“Terkait jembatan Bilukpoh yang merupakan jembatan jalur nasional, itu tetap akan dibangun termasuk senderan-senderan yang jebol nanti semua ditangani oleh balai, yang itu sudah semua ditangani dengan anggaran totalitas sebanyak 52 M, kalau itu dipenuhi selesai termasuk irigasi, ini masih negosiasi apakah layak dibiayai,” pungkasnya. Vlo






