Rencana Revitalisasi, Pedagang Pasar Umum Negara Dinilai Plin-plan

Persindonesia.com Jembrana – Sekitar 300 orang pedagang pasar datangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jembrana bertujuan untuk beraudensi menyampaikan aspirasi terkait rencana revitalisasi Pasar Umum Negara. Perwakilan pedagang pasar diterima langsung oleh Kedua DPRD Jembrana beserta ketua komisi

Pedagang Pasar Umum Negara dinilai setengah-setengan menyikapi rencana revitalisasi Pasar umum Negara, dimana awalnya mereka setuju dengan syarat tidak berlantai 3, setelah dirubah menjadi lantai 2, pedagang mengajukan tidak setuju lantaran ukuran los terlalu kecil yang sebelumnya di informasikan berukuran 2X3, lantaran Pasar Umum Negaran merupakan semi grosir mereka meminta ukuran loss ama seperti semula yaitu 3,5 X 4 meter.

Mereka berharap agar dewan membawa aspirasi dari para pedagang tersebut. Mereka jga membandingkan Pasar Ijo Gading sampai sekarang sepi pengunjung lantaran berlantai 3, hal tersebut sebagai contoh kegagalan dari Pemkab Jembrana lantaran tidak memprioristaskan kesejahteraan warganya akan tetapi hanya berorientasi pada proyek itu sendiri.

DPRD Kota Tangerang Apresiasi Kinerja Pemkot Tangerang Tahun 2022

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Fraksi DPRD Ketua Komisi I IB Susrama. Dirinya meragukan pendapat peguyuban dan perlu dirapikan terkait pendapat pedagang, disatu pihak pedagang menolak atau menunda dari pada pembangunan revitalisasi pasar umum Negara. “Disini ada poin yang setuju, karena menyebut tidak setuju revitalisasi. Ketika menyebut tidak setuju revitalisasi itu artinya setuju revitalisasi,” jelasnya. Kamis (22/6/2023).

Dirinya juga menjelaskan saat fraksi PDI Perjuangan menyarankan menunda pembangunan revitalisasi pasar agar tidak ada anggapan bahwa anggota DPRD mempunyai kios banyak di pasar, akan tetapi dari pihak peguyuban masing di posisi boleh dikatakan masih ambigu dari sisi apa yang disampaikan kepada Bupati Jembrana. “Selain itu poin yang dirasa setuju, pedagang mengatakan tidak setuju dengan ukuran los yang hanya 2X3 meter ini artinya sudah setuju dengan revitalisasi. Saya menyarankan agar ditata kembali aspirasinya,” terangnya.

Pihaknya sepakat untuk menunda revitalisasi Pasar Umum Negara lantaran hulunya belum selesai. Dalam persidangan jawaban Bupati Jembrana melalui Wakil Bupati Jembrana kontradiktif, satu pihak akan ada sosialisasi, akan tetapi ada eksekusi didalamnya, Pihaknya akan menanyakan kembali kepada Bupati Jembrana dari jawaban-jawaban dikeluarkan dalam persidangan.

Bupati Jembrana Kembali Salurkan Bantuan Beras CPP 2023

Sama halnya dengan Ketua Komisi II I Ketut Swastika (Cohok) dirinya juga dengan tegas menyatakan pembangunan revitalisasi Pasar Umum Negara agar ditunda. “Saya berbicara sebagai Fraksi PDI Perjuangan menunda pembangunan revitalisasi pasar. Karena ada keputusan yang kontradiktif dari Bupati Jembrana,” ujarnya.

Sementara usai rapat Ketua Peguyuban Pasar Umum Negara Putu Gede Eka Sastujana yang sebelumnya saat sosialisasi revitalisasi pasar yang diadakan oleh Pemkab Jembrana di Gedung Ir. Sukarno menyatakan setuju pasar di revitalisasi agar lebih bagus. Akan tetapi setelah audensi dengan DPRD Jembrana dirinya menolak tegas adanya revitalisasi. “Melihat keresahan para pedagang pasar renacana bupati merevitalisasi, intinya kami menolak, apapun bentuk bangunannya nanti kami tetap menolak,” tegasnya.

Adapun alansan dirinya menolak lantaran perencanaanya tidak matang apa yang dikondisikan, disamping itu pihaknya juga tidak dilibatkan. “Kami merasa resah dengan surat yang beredar mengatakan harus cepat-cepat kita meninggalkan pasar. Itu surat pengosongan tempat. Kemarin kita dikasi surat, tanggal 21 Juli 2023 pasar harus dikosongkan. Sedangkan sosialisasi tidak ada. Makanya hari ini dengan spontanitas kami langsung ke kantor DPRD Jembrana. Kalau lanjut revitalisasi ini kita akan melakukan suatu perlawanan karena situasi dan kondisi tidak menguntungkan bagi pelaku pasar,” pungkasnya.

Lea Juliana : Siap Menang, Ya Harus Siap Kalah

Saat dikonfirmasi Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mengatakan, kedatangan para pedagang Pasar Umum Negara ke kantor DPRD untuk meyampaikan aspirasi terkait revitalisasi Pasar Umum Negara. “Kami sudah menerima aspirasi mereka dan kita akan tindaklanjuti. Kebetulan rencana revitalisasi pasar ini sempat menjadi materi pandangan umum dari beberapa fraksi. Kebetulan pandangan dari fraksi sudah dijawab oleh bupati, kita akan dalami itu denga napa yang menjadi aspirasi dari kawan-kawan peguyuban. Nanti kita akan mediasi dengan OPD terkait,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *