Rilis Statistik BPS : Inflasi Pangkalpinang Masih Terkendali, Pemkot Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Adaptif

Rilis dan Press Conference Statistik Perkembangan IHK/Inflasi di Kantor BPS Kota Pangkalpinang, Rabu (1/4/2026) 

Pangkalpinang, persindonesia.com —

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menggelar rilis resmi, statistik perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi bulan Maret 2026, di kantor BPS Kota Pangkalpinang, Rabu (1/4/2026).

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, dalam paparannya menjelaskan bahwa IHK merupakan indikator penting, untuk mengukur perubahan harga di tingkat konsumen, baik dalam bentuk inflasi maupun deflasi. Inflasi sendiri diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dalam periode tertentu, sedangkan deflasi adalah penurunan harga secara umum.

“Year-on-year inflasi Pangkalpinang tercatat sebesar 1,41 persen, masih berada di bawah 1,5 persen dan tergolong rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini juga berada dalam rentang pengendalian inflasi daerah yang relatif aman,” ujar Dewi Savitri.

Sementara itu, secara bulanan (month-to-month), komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain angkutan udara, daging ayam ras, dan sayur bayam. Untuk skala tahunan, komoditas seperti daging ayam ras, emas perhiasan, serta angkutan udara tercatat konsisten menjadi penyumbang inflasi.

Menurut Dewi, kenaikan harga angkutan udara dipengaruhi oleh tingginya permintaan selama periode libur Lebaran yang cukup panjang, ditambah kebijakan Work From Anywhere (WFA) secara nasional yang mendorong mobilitas masyarakat.

Selain memaparkan inflasi, BPS juga merilis kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang. Pada triwulan IV tahun 2025, ekonomi tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,81 persen secara quarter-to-quarter (Q-to-Q), dan minus 2,97 persen secara year-on-year (y-on-y). Namun secara kumulatif (cumulative-to-cumulative), ekonomi masih tumbuh sebesar 4,5 persen.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Rico Adiputra, yang mewakili Wali Kota Pangkalpinang, menekankan pentingnya sinergi kebijakan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Data yang disampaikan BPS menjadi dasar penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam menjaga inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Rico juga menyoroti dinamika ekonomi pasca Idulfitri yang kerap diwarnai fluktuasi harga, terutama pada komoditas pangan dan emas. Selain itu, momentum perayaan Ceng Beng juga diperkirakan turut memengaruhi permintaan, khususnya pada sektor transportasi udara.

“Faktor musiman seperti Lebaran dan Ceng Beng memberi dampak signifikan terhadap pergerakan harga, terutama tiket pesawat yang menjadi salah satu pemicu inflasi,” tambahnya.

Melalui rilis ini, diharapkan informasi statistik yang disampaikan dapat menjadi rujukan strategis, dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memberikan gambaran kondisi riil perekonomian Kota Pangkalpinang, kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. (B2N) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *