Rumah Zakat Tingkatkan Kapasitas Relawan Desa Tangguh Bencana di Jember

Persindonesia.com Jember, – Dalam rangka peningkatan kapasitas dan daya dukung masyarakat terhadap Desa Tangguh Bencana (Destana) Suci, Rumah Zakat bersama Relawan Destana Desa Suci menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas relawan di Pendopo Kantor Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember. Sabtu (28/9/2024)

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember yang membawakan materi tentang manajemen darurat, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember yang memberikan pemaparan mengenai potensi ekonomi dalam pengelolaan sampah di hulu sungai.

Oknum Perangkat Desa Mangkir, BLT Tahap 3 Diduga Tak Dibayarkan

Rumah Zakat, sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional dan kemanusiaan yang telah berkiprah selama 25 tahun dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan Desa Berdaya, berkomitmen mengintegrasikan program di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, lingkungan, dan penanggulangan bencana.

Ketua Destana Desa Suci, Retin Sofa Riyan, S.E., dan relawan Rumah Zakat, Eriek Mustaqim, turut mengundang berbagai komunitas dan lembaga masyarakat, terutama yang berada di wilayah Desa Suci, untuk hadir dalam acara ini. Undangan tersebut meliputi Destana Desa Panti, Destana Desa Kemiri, Banser, PSHT, Kader Posyandu, PKK, Bank Sampah, Linmas, serta sejumlah sekolah di Desa Suci, seperti SDN Suci 01, SDN Suci 02, MI Nurul Yakin, SMP Argopuro 02 Suci, dan lain-lain.

Jelang Race Hari Kedua MotoGP 2024, Brimob NTB Lakukan Sterilisasi Jamin Keamanan di Sirkuit Mandalika

Ketua Destana Desa Suci menyampaikan bahwa relawan harus menjadi pelopor yang mampu menggerakkan dan mengarahkan masyarakat, sehingga tercipta kolaborasi di antara semua unsur di desa. “Kapasitas relawan perlu terus ditingkatkan agar mampu mengemban misi tersebut,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Suci, H. Akhmad Suyuthi, M.Pd.I., mengharapkan agar relawan Destana tetap konsisten dengan jiwa sosial mereka dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, khususnya terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga menyarankan agar pendidikan kebencanaan terus dipupuk dan ditingkatkan, dengan pelatihan kebencanaan yang diadakan setiap bulan. Siswanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *