Setuju Gubernur Tolak Bulog Bali impor 10rb ton beras dari Vietnam krn Bali surplus beras. 20 tahun lagi Pertanian akan menjadi Primadona investasi.
Bali – Sebagaimana pidato Gubernur dalam Musrenbangnas 22 Mei 2023 di NDCC Nusa Dua dengan pertimbangan Bali harus berdaulat dalam urusan pangan, dimana menurut Gubernur dalam kontek 20 tahun kedepan kita juga harus memikirkan pangan agar Indonesia bisa berdaulat dibidang pangan, bukan lagi ketahanan pangan.
Indonesia diyakini mampu berdaulat dibidang pangan karena Indonesia negara Agraris, tidak semestinya kita mengimpor beras, garam hingga bawang putih, untuk itu semua peraturan yang ramah impor harus dirombak secara progresif, menyeluruh agar peraturanya pro rakyat, peraturan yang ramah import itu sangat menyulitkan kita untuk memberdayakan potensi ekonomi daerah.
Pertanian dibangun dengan serius di hulu tetapi di hilir malah impor beras, sehingga petani kita tidak mampu menikmati harga beras yang baik, karena beras lokal menjadi mahal serta tidak laku dipasaran, Gubernur mengungkapkan tidak setuju ada beras impor ke Bali, karena Bali surplus beras, kalau Bulog mau beli beras belilah beras dari hasil petani kita di Bali, jangan beli beras dari negara luar, agar rakyat sejahtera, kalau kita membeli beras lokal maka perputaran ekonomi akan terjadi di dalam negeri, sehingga persoalan impor beras sudah waktunya untuk diakhiri.
Saya sangat setuju, mendukung dan apresiasi atas pernyataan Gubernur ini yang jelas terlihat membela kaum marginal dalam hal ini petani & pertanian, terlebih dalam perspektif saya pribadi daerah kita adalah daerah pariwisata yang berbasis budaya dimana Budaya Bali bersumber dari budaya pertanian artinya Pertanian adalah sektor Dasar/Fondamen yang harus tetap diperkuat secara berkelanjutan karena telah terbukti sektor pertanian di Bali adalah kekuatan dari Budaya kita.
Budaya agraris inilah yang membuat Bali unik & menarik. Pertanian dalam arti luas memiliki peran esensial dalam kehidupan karena Pertanian secara faktual mengandung 3 nilai strategis & vital yakni sebagai : Sumber/produksi/penghasil pangan, sebagai pertahanan dan pelestarian lingkungan serta sebagai sumber budaya dasar orang Bali.
Begitu esensialnya peran pertanian yang kita belum sadari, maka satu satunya jalan agar kita berdaulat pangan, Lingkungan terjaga dan Budaya Bali Lestari, kita harus memproteksi pertanian, menjaga dan mempertahankan eksistensinya dengan menjadikanya sebagai program prioritas, unggulan dlm setiap tahapan pembangunan/ program berbasis pro pertanian.
Keberpihakan pada pertanian harus absolut, penuh good will/ kemauan baik, demi pertahanan lingkungan /ekosistem, keberlangsungan ketersediaan pangan serta pelestarian budaya.
Jadi jika pembangunan di manage dengan tetap menjadikan pertanian sektor prioritas maka akan muncul inovasi, tatanan dan tatacara pertanian yang dikelola dengan management modern layaknya bisnis yang kuat dalam usaha tani/ perusahaan pertanian, sehingga sektor pertanian tidak lagi di sumirkan/diidentikan dengan istilah: kotor, tidak bisa kaya, tidak memberi masa depan dan tidak maju maju.
Saya yakin 10 tahun hingga 20 tahun kedepan, sektor pertanian akan menjadi emas, primadona dan diburu untuk berinfestasi, karena pertanian semakin sedikit/langka , sehingga dengan mengelola pertanian berbasis usaha tani profesional maka seorang petani akan bangga menjadi petani.
Petanipun bisa menjadi kaya dengan kemampuan produksi, diversifikasi usaha serta, pengelolaan pertanian berbasis usaha tani modern, oleh karena itu, anggaran yang ideal, Inovasi yang progresif revolusioner harus segera di arahkan pada sektor pertanian.
Jika Sektor pertanian bangkit maka kecukupan pangan terjaga, budaya lestari dan pariwisata tumbuh berkelanjutan untuk memantik pertumbuhan ekonomi daerah berbasis stabilitas ketahanan pangan yang berkelanjutan. Jadi saya Salut dengan Gubernur untuk Hentikan Impor Beras, Garam dan Bawang Putih dengan keberpihakan pada sektor pertanian secara absolute. Saya amat sejutu langkah Gubernur menolak impor 10rb ton beras oleh bulog Bali karena bali surplus beras.
Catatan : APBD BALI full support untuk pertanian dari Hulu hingga hilir sebagai wujud Good Will gubernur memajukan pertanian.
(Puspa Negara, Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali – APPMB)






