Bangli,PersIndonesia.Com- Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta menjadi tempat berputarnya perekonomian dikalangan masyarakat pada umumnya.
Salah satu pasar tradisional di Kabupaten Bangli, yakni Pasar Kidul yang berlokasi di Jalan Merdeka, Banjar Kawan, Bangli menjadi salah satu pasar yang strategis karena berada di pusat kota.
Baca Juga : Kanit Regident Satlantas Polres Bangli Perketat Pengawasan Terkait Banyaknya Kendaraan Bodong
Berdasarkan dari hasil pantuan dilapangan, selain parkir yang kurang beraturan tampak sampah mengunung dan berserakan. Hal ini tentunya membuat pemandangan kumuh.
Menurut informasi yang berhasil terhimpun dilapangan mengatakan sampah memang diangkut setiap hari, akan tetapi tergantung kalau ada minyak kendaraan.
“Tergantung yen wenten minyak baru je diangkut pak”, ujar pria yang tidak mau disebutkan namanya, Jumat (28/6/24).
Disingung terkait minyak dari Dinas dikatakannya, minyak memang dikasi, tetapi kurang. Dari Dinas memang diberi, tetapi kadang-kadang kurang. “Ya mau gimana lagi kalau kurang”, katanya.
Baca Juga : Komit Cegah Korupsi, Pemprov Bali Raih Ranking Pertama 4 Tahun Berturut – turut
Disinggung terkait hal itu, Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika kepada awak wartawan mengatakan masalah sampah memang butuh perhatian bersama. Apalagi ditempat umum seperti pasar.
Kita tahu pasti pasar merupakan urat nadi perputaran ekonomi masyarakat, dimana disana ada tawar menawar hingga akhirnya terjadi transaksi jual beli.
“Kalau pasar bersih tentunya enak untuk berbelanja, disamping itu bisa jadi tempat nongkrong”, ujar pria asal Desa Penijauan tersebut.
Saat ini dengan semakin moderenisasinya, pasar tradisional seperti Pasar Kidul patut dijaga. Untuk itu peran Intansi Terkait (Inkait) harus saling mendukung.
Dimana sinergisitas antara pengelola pasar dengan Dinas Tata Kota perlu dilakukan secara intensif.
“Sehingga Pasar Tradisonal bisa eksis sebagai tempat perputaran ekonomi masyarakat”, tandasnya. (IGS)






