Bangli,PersIndonesia.Com- Seorang suami bernama I Nyoman Rimbawan yang tinggal di Banjar Mesahan, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ditemukan meninggal tergantung didapur oleh istrinya.
Berdasarkan informasi yang terhimpun dilapangan menyebutkan peristiwa gantung diri yang menggegerkan warga terjadi pada hari Senin (2/9/24) sekira pukul 23.00 Wita.
Baca Juga : Mimih! Diduga Gegara Tabung Gas Bocor, Warga di Banjar Sala Susut Terbakar
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kintamani Kompol I Nengah Sukerena menyampaikan kejadian bermula pada Senin (2/9/24 ) sekira pukul 18.00 Wita. Saat itu, Nyoman Rimbawan baru pulang dari bekerja sebagai buruh petik cengkeh.
Setibanya di rumah, Ni Komang RE (red-istri korban) sempat bertanya kepada korban yang pulang terlambat saat itu, dimana biasanya korban sudah tiba di rumah pukul 16.00 Wita.
“Karena persoalan itu akhirnya Pasangan Suami-Isteri (Pasutri) inipun akhirnya adu mulut (cekcok)”, ujarnya, hari Selasa (3/9/24).
Lebih lanjut Kapolsek mengatakan pada pukul 23.00 Wita korban keluar kamar tanpa mengatakan apapun kepada istrinya. Selang 30 menit karena korban tidak kembali ke kamar, istri korban kemudian keluar mencari korban.
Dan saat istri korban masuk ke dapur, korban ditemukan telah gantung diri dengan seutas tali nilon dengan panjang kurang lebih 1,5 meter di kayu lambang dapur.
“Melihat hal itu, istri korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk bersama-sama menurunkan korban dan selanjutnya melapor ke Polsek Kintamani”, terang Sukerena.
Sementara menurut hasil pemeriksaan luar jenazah oleh petugas medis Puskesmas Kintamani 3, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ditemukan ciri-ciri umum korban gantung diri.
Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi yang diperoleh petugas, diduga Nyoman Rimbawan akhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat kesalahpahaman dengan istrinya.
“Karena kesalahpahaman menyebabkan pasutri ini cekcok dan berakhir dengan suami gantung diri”, ungkapnya.
Baca Juga : Astaga! Gegara Frustasi Ditinggal Pacar, Bule Polandia Nekat Akhiri Hidup
Atas kejadian ini pihak keluarga korban menyatakan menerima dengan ikhlas meninggalnya korban sebagai sebuah musibah.
“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses otopsi dengan menyertakan surat pernyataan terlampir”, tandasnya. (IGS)






