Sekda Mie Go serahkan bantuan pangan secara simbolis di Kelurahan Sinar Bulan, Rabu (8/4/2026)
Pangkalpinang, persindonesia.com —
Pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan beras cadangan pangan tahun 2026, melalui pemerintah desa dan kelurahan. Program ini bertujuan menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
Proses penyaluran dilakukan secara tertib dan transparan, dimulai dari pengecekan data, pencocokan identitas penerima, hingga penyerahan bantuan beras dan minyak goreng secara langsung kepada masyarakat.
Di Kota Pangkalpinang, penyaluran bantuan di Kelurahan Sinar Bulan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, yang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan KPM, Rabu (8/4/2026).

Mie Go menyampaikan bahwa program bantuan pangan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga.
“Kegiatan ini selain bertujuan menjaga ketahanan pangan juga menjaga kestabilan harga atau inflasi,” ujarnya.
Sebanyak 683 KPM menerima bantuan beras masing-masing 10 kilogram untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. Selain itu, setiap penerima juga mendapatkan bantuan minyak goreng sebanyak 2 liter per bulan.
Ia juga mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan signifikan jumlah penerima manfaat pada tahun ini. Hal tersebut disebabkan adanya perubahan kategori desil penerima, yang sebelumnya hanya mencakup desil 1 dan 2, kini diperluas hingga desil 3 dan 4.
“Untuk tahun ini terdapat kenaikan jumlah KPM hampir tiga kali lipat karena adanya perubahan desil penerima manfaat,” jelasnya.
Penyaluran bantuan di Kota Pangkalpinang diawali secara serentak di Kecamatan Bukit Intan, yang memiliki jumlah penerima terbanyak. Sementara itu, penyaluran di kecamatan lain akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan stok dari BULOG.
Pada kesempatan tersebut, Mie Go juga mengimbau masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah.
Ia mengajak warga untuk menanam berbagai tanaman, baik sebagai sumber pangan alternatif maupun kebutuhan bumbu dapur, guna mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. (B2N)






