Sesuai Hukum Penciptaan Manusia, Hati-Hati Bersedekah, Jika Salah Akan Fatal Akibatnya

Hukum Penciptaan Manusia

Bali – Pengamalan agama Hindu dimana kita hidup harus memberikan sedekah kepada orang yang tidak mampu, namun jika dilihat dari “Hukum Penciptaan Manusia”, atas karma yang mereka bawa lahir dan harus mereka dijalani.
Sedekah dengan tepat sasaran, terutama kepada seseorang yang karmanya benar-benar sebagai seorang pengemis, dan jika kita memberikan sedekah kepada orang tersebut maka kita yang memutus karmanya dia, atau istilahnya memberikan penyupatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh
I Gusti Ngurah Jaman(IGN Jaman) seorang Praktisi, Peracik, Peramu (Herbologist) jamu/obat tradisional/obat herbal dari Usadha Taksu Bali, dalam kutipan ungkapannya : Jika kita akan memberi sedekah pada seseorang minimal kita harus mengetahui latar belakang yang kita sedekahi tersebut, apakah betul dia orang yang tidak punya?, dan jika kita memberikan sedekah kepada orang yang salah maka keburukan karma dia akan kita dapatkan, karena itu kita harus sangat berhati-hati, salah satunya jika ada orang yang datang ke rumah meminta sedekah, kalo kita cuman memberikan makanan, minuman itu tidak akan masalah.

Namun jika kita memberikan sedekah kepada orang yang salah, orang yang berpura- pura miskin, memberikan sedekah kepada orang yang berpura-puta tersebut, salah satunya kepada pengemis terorganisir di lampu merah, pengemis yang berkeliling dari rumah ke rumah, pengemis seperti itu biasanya ada bosnya, memberikan sedekah kepada mereka, maka kita sendiri akan menanggung karma buruk mereka.

Berbeda juga jika berdana Punia di pura, misalnya memberikan sumbangan pakaian kepada petugas disana, kita memberikan sepuluh tapi yang sampai cuman tiga, tujuh diselewengkan, maka karma yang haknya mendapat bantuan(7 orang tersebut-red) jika diselewengkan, karmanya nanti akan ditanggung oleh yang menilep atau yang korup tersebut, jadi meberikan sesuatu atau sedekah atau berdana punia bisa dikatakan”sukeh – sukeh gampang”, Intinya ketika kita memberikan sesuatu dan dijadikan kesempatan oleh mereka, maka mereka sendiri yang akan menuai atau menjalani karma yang mempunyai hak, jelas I Gusti Ngurah Jaman, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Dharma Murti, Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Gus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *