BONDOWOSO, Persindonesia – Momen Hari Ibu dimanfaatkan SMPN 1 Pujer Bondowoso dengan mengingatkan siswa terhadap kasih sayang ibu. Sebanyak 43 siswa kelas IX bersama ibunya menghadiri acara yang diadakan di aula sekolah, Kamis (22/12/2022).
“Ini momen spesial peringatan hari ibu 2022. Kita sengaja mengundang wali murid untuk melaksanakan acara basuh kaki,” kata Kepala Sekolah (KS) SMPN 1 Pujer, Rida Syamsiah, S.Pd. M.Pd.
Rida-sapaannya, menyebutkan peringatan dan acara basuh kaki ibu itu sengaja dilaksanakan sekolah untuk mengingatkan siswa pada kasih sayang ibu.
“Alhamdulillah meskipun kita mengundang wali murid via WhatsApp grup paguyuban, banyak yang hadir dan ternyata banyak peserta yang hadir,” terangnya.
Acara basuh kaki ini juga menjadi salah satu upaya pihak sekolah melaksanakan amanah yang diberikan wali murid kepada sekolah.
“Panjenengan titip putra putrinya kepada kami untuk dididik, dan salah satu hal yang penting dalam pendidikan adalah pendidikan karakter,” ujarnya.
Dirinya juga mengajak wali murid yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk kompak dalam mendidik anak.
“Terutama mendidik akhlak anak, karena hal terpenting dalam pendidikan adalah akhlak,” urai Rida.
Salah seorang siswa, Muhammad Nabil Maulidi juga mengaku sangat lega setelah bisa membasuh kaki ibu dan meminta maaf atas kesalahannya.
“Lega sudah minta maaf dan bersyukur, semoga ibu saya panjang umur ketika saya sudah bebas nanti,” kata Nabil.
Selain acara basuh kaki ibu, pihak sekolah juga melaksanakan panen karya dan Panggung Hari Selasa, Kamis dan Sabtu (PARISAKATU) khusus untuk kelas VII dan VIII.
Ketua OSIS SMPN Pujer, Ahmad Jibril mengatakan, dalam pelaksanaan panen karya setiap kelas dibagi menjadi 2 kelompok.
“Ada kelompok putra dan kelompok putri. Setiap anggota kelompok memiliki job desk masing-masing, ada yang bertugas memasak, mencari barang bekas untuk dikelola menjadi karya dan sebagainya,” papar Jibril.
Modal penjualan serta karya di sediakan oleh siswa sendiri melalui iuran masing-masing kelas.
“Sedangkan keuntungannya itu dialokasikan untuk 2 hal, yang pertama untuk kas dan kedua untuk modal dalam acara selanjutnya,” tambahnya.
Dalam pagelaran PARISAKATU, siswa SMPN 1 Pujer menampilkan beberapa aksi seperti silat dan karate, tarian-tarian adat dan kekinian serta bernyanyi bersama.






