SMK Negeri di Jembrana Loyo, Swasta Pariwisata Justru Moncer di PPDB 2025

Persindonesia.com Jembrana – Sekolah menengah kejuruan negeri di Kabupaten Jembrana mengalami penurunan jumlah pendaftar secara signifikan pada tahun ajaran 2025. Masyarakat tampak lebih tertarik menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah swasta dengan jurusan yang lebih diminati, seperti pariwisata.

Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMK Negeri 3 Negara di Kecamatan Mendoyo. Sekolah yang memiliki jurusan Teknologi Informasi (IT) dan Teknik ini hanya menerima 99 siswa baru. Di sisi lain, SMK TP 45 Negara, sekolah swasta dengan jurusan pariwisata, justru mencatat peningkatan jumlah pendaftar hingga mencapai 206 siswa.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMK Negeri 1 Negara, I Putu Wardana, yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Kejuruan (MKKS-K) Jembrana, mengungkapkan, SMKN 1 Negara yang berfokus pada jurusan ekonomi tahun ini menerima 253 siswa dari kuota 288 siswa.

Perang Media Berlanjut, Empat Akun Medsos Dilaporkan Usai Diduga Fitnah Melalui Konten

“Kuota yang kami ajukan ke provinsi sebanyak delapan kelas, masing-masing 36 siswa. Namun, yang lulus seleksi sistem hanya 253 siswa. Tahun lalu, kami bisa mengisi sepuluh kelas penuh. Tahun ini hanya delapan karena daya tampung kami memang terbatas, sisanya sedang dalam proses perbaikan,” jelasnya, Rabu (23/7/2025).

Ia menambahkan, meski animo masyarakat masih tinggi, seleksi sistem berbasis zonasi dan nilai membuat jumlah siswa yang diterima tidak maksimal. Fenomena menurunnya minat juga terjadi di SMKN 3 Negara, Desa Tegalcangkring, yang dulunya dikenal sebagai sekolah unggulan pada masa Bupati I Gede Winasa. Kini, sekolah tersebut hanya menerima 99 siswa, jauh dari daya tampung yang mencapai 200–300 siswa.

“Di antara lima SMK negeri di Jembrana, hanya SMKN 3 Negara yang daya tampungnya besar tapi jumlah siswanya minim. Padahal jurusan IT mereka cukup bagus. Sementara SMKN 5 Negara di Kecamatan Pekutatan penerimaan murid baru stabil,” katanya.

DPRD Badung Apresiasi Fokus Infrastruktur dan Kemandirian Fiskal dalam RPJMD dan Regulasi Pajak Daerah

Saat dikonfirmasi, Kepala SMKN 3 Negara melalui Guru Bimbingan dan Konseling (BK), I Nyoman Adnyana, mengakui minat terhadap sekolahnya menurun. “Tahun lalu kami hanya menerima 86 siswa, tahun ini naik menjadi 99. Tapi dari jumlah itu, yang mendaftar langsung hanya 56 siswa. Sisanya, 43 orang, merupakan limpahan dari sekolah lain yang sudah penuh,” ungkapnya.

Menurut Adnyana, penyebab utama turunnya minat adalah karena banyak siswa lebih memilih jurusan pariwisata yang dianggap lebih menjanjikan secara karier. “Sekolah pariwisata tahun ini penuh. Kami hanya dapat sisa-sisa,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis, pihak sekolah berencana menambah jurusan pariwisata untuk tahun ajaran mendatang. “Kami sedang menyusun rencana menambah jurusan pariwisata, tentu dengan persetujuan dari provinsi atau pusat. Namun, sambil menunggu proses itu, kami tetap optimalkan jurusan yang sudah ada,” jelasnya. Saat ini, total siswa aktif di SMKN 3 Negara mencapai 270 orang.

Bupati Badung Sampaikan Tiga Ranperda Strategis, Dorong Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Fiskal

Di sisi lain, sekolah swasta seperti SMK TP 45 justru menunjukkan tren sebaliknya. Ketua Yayasan TP 45, I Ketut Narayana saat dikonfirmasi menyatakan, sekolahnya mengalami peningkatan jumlah siswa baru yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kami menerima 130 siswa, tahun ini bertambah menjadi 206 siswa. Kami mempertahankan kualitas agar tetap dipercaya masyarakat, apalagi SMK TP 45 adalah SMK swasta pertama di Jembrana,” terangnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah secara rutin melakukan inovasi untuk menarik minat calon siswa. “Tahun ini kami menambah satu jurusan lagi, dari dua jurusan yang sudah ada. Setiap tahun kami selalu berinovasi, baik dari sisi fasilitas maupun program belajar, untuk menarik siswa baru,” pungkasnya. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *