(HUT) HPI ke-37 tahun 2025, bertempat di Lapangan Timur Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar
Denpasar persindonesia.com, 18 Oktober 2025 – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali resmi membuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) HPI ke-37 tahun 2025, bertempat di Lapangan Timur Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, dilaksanakan selama dua hari tgl 18 – 19 Oktober 2025.
Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, serta ratusan anggota HPI dari berbagai kabupaten dan kota di Bali.

Kepada media ini, Ketua Panitia Penyelenggara HUT HPI Bali 2025, I Gusti Agung Ngurah Budi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga perayaan tahun ini dapat terlaksana dengan baik. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya kegiatan besar ini merupakan hasil kolaborasi antara pengurus HPI, pemerintah daerah, serta para donatur dan steakholder para pelaku usaha lokal. “Acara ini dapat berjalan berkat kerja sama semua pihak — mulai dari pengurus HPI, pemerintah, hingga sponsor dan donatur, salah satunya Krisna Oleh-Oleh Bali, serta dukungan dari berbagai rekanan restoran dan artshop di Bali,” ujar Gusti Agung Ngurah Budi.
Menurutnya, kegiatan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 600 juta, yang digunakan untuk mendukung seluruh rangkaian acara, mulai dari kegiatan sosial, lomba, hingga hiburan rakyat yang berlangsung selama dua hari penuh.
Sebelum puncak perayaan, HPI Bali telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, antara lain kunjungan ke panti asuhan, penghijauan, dan Guiding Contest. Pada hari pembukaan, kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan mata gratis juga digelar sebagai bentuk kepedulian sosial anggota HPI terhadap masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD HPI Bali I Nyoman Nuarta disela acara menegaskan, komitmen organisasi dalam meningkatkan kompetensi dan legalitas para pramuwisata di Bali. “Rekrutmen anggota baru dilakukan setiap tahun untuk membuka kesempatan bagi masyarakat umum menjadi pemandu wisata berlisensi resmi. Anggota yang lisensinya sudah mati selama tiga tahun masih dapat memperpanjang dengan membayar iuran. Karena tanggung jawab HPI adalah kepada pemegang lisensi yang masih aktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk mempermudah proses tersebut, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan pemerintah. Kini, pemilik lisensi yang sudah kedaluwarsa tidak perlu lagi mengikuti uji kompetensi ulang, cukup membayar Rp350.000 di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar kembali menjadi anggota aktif DPD HPI Bali.

Mewakili Gubernur Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Wayan Sumarajaya, mengucapkan selamat atas peringatan HUT HPI Bali ke-37. Ia berharap momentum ini menjadi dorongan bagi seluruh pramuwisata untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada wisatawan. “Pariwisata kita saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti demonstrasi dan banjir, namun secara umum perkembangannya tetap positif dan tren kedatangan wisatawan masih bagus,”ungkap Wayan Sumara Jaya.
Ia menambahkan, Gubernur Bali sangat mengapresiasi peran HPI sebagai garda terdepan dalam menjaga citra pariwisata daerah. “Pesan Bapak Gubernur, kompetensi pramuwisata harus terus dikedepankan. Pemandu wisata tidak hanya harus kompak dan profesional, tetapi juga memahami budaya, nilai, dan keramahtamahan Bali sebagai identitas utama,” tambahnya.
Perayaan HUT HPI Bali ke-37 yang mengusung tema “Tourist Guide as Ambassador of The Nation” akan berlangsung selama dua hari, 18–19 Oktober 2025, mulai pukul 09.00 hingga 23.00 WITA. Acara ini gratis untuk masyarakat umum dan menampilkan berbagai hiburan menarik, di antaranya: Donor darah & cek kesehatan mata, Guiding Contest, Penampilan Bapang Barong dan Bleganjur, Parade Marching Band Warmadewa, Konser musik oleh artis dan band ternama seperti Joni Agung & Double T, Lolot Band, Raka Sidan, Ayu Saraswati, Dewi Pradewi, serta My Friend’s Band, ditambah puluhan band indie terbaik Bali.
Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Bali, Pemkot Denpasar, serta berbagai sponsor dan media partner. Perayaan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga menjadi simbol kekompakan dan semangat para pramuwisata Bali dalam menjaga citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
Diantara Perayaan HUT yg berlangsung spektakuler dan sukses, sejumlah pengamat dan pelaku pariwisata menilai bahwa HPI Bali masih memiliki pekerjaan rumah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren pariwisata global. terutama carut marus pemandu wisata tanpa uji kompetensi, bisa menjadi sopir, sekedar menjadi guide tanpa pemahaman budaya lokal, ojol langsung gaiding, sopir plus guide dan fenomena lain dengan alasan cari makan, kendatipun HPI cuman mempertanggung jawabkan pemandu wisata yang berlisensi saja, maka pemandu wisata berlisensi akan merasa terbelenggu, sementara pemandu tanpa lisensi akan bebas.
Di tengah kemajuan platform digital dan meningkatnya jumlah wisatawan mandiri (independent travelers), pramuwisata dituntut tidak hanya mengandalkan lisensi, menguasai komunikasi digital, kemampuan bahasa asing yang lebih luas. Selain itu, HPI Bali diharapkan dapat lebih aktif dalam memperjuangkan kesejahteraan anggotanya, memperkuat standar etik profesi, dan meningkatkan transparansi program kerja sehingga kepercayaan publik terhadap profesi pramuwisata semakin kuat.


Hingga berita ini diturunkan perayaan HUT 37 HPI Bali masih sedang berlangsung.
@ Gus Karang.






