Persindonesia.com Jembrana – Bencana tanah longsor terjadi di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin (01/12/2024) malam sekitar pukul 20.30 wita. Tebing setinggi 20 meter yang berada di belakang rumah salah satu warga tiba-tiba longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.
Sebanyak 7 rumah menjadi korban tanah longsor tersebut yang diantaranya 3 rumah hancur tertimbun material longsor, sedangkan 2 rumah sebagian hilang dan 2 rumah separuh tanah dibelakang rumah mereka retak akibat pergeseran tanah.
Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebagian besar penghuni rumah sedang berada di tempat kerabat mereka saat kejadian.
Doakan Bali Aman, Damai dan Kondusif, Wayan Koster Ngaturang Paramasuksema di 58 Pura Selama 9 Hari
Kepala Dusun Kedisan, Made Diarsana, mengonfirmasi bahwa selain tiga rumah yang tertimpa langsung, tanah longsor juga menyebabkan pergerakan tanah di empat rumah lainnya, termasuk rumahnya sendiri.
“Kejadian sekitar pukul 20.30 malam. Awalnya tanah bergerak, lalu lantai rumah saya sampai pecah. Longsor ini berdampak pada tiga rumah utama, tapi ada empat rumah lain yang juga terkena pergerakan tanah. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material,” jelasnya.
Akibat pergerakan tanah, beberapa bagian rumah, seperti tembok, kini terlihat miring dan retak. Para warga yang tanahnya ikut bergerak mengaku tidak berani tinggal di rumah mereka, khawatir akan terjadi longsor susulan.
649 Kasus HIV/AIDS Ditemukan, Dinkes Jembrana Skrining Ibu Hamil dan Kelompok Sebaya
Korban rumah longsor tersebut sempat dikunjungi oleh calon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan I Gede Ngurah Patriana Krisna (Bang-IPat) serta Bupati Jembrana I Nengah Tamba. TS






