Persindonesia.com . Gianyar Bali – Kepolisian Polres Gianyar bersama Polsek Blahbatuh menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan yang sempat viral di media sosial. Kejadian yang berlangsung pada Jumat dini hari, 17 Januari 2025, ini melibatkan korban bernama Agus (26) yang ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di Jalan Raya Koja, Gianyar.

Saat jumpa pers Kapolres Gianyar : AKBP Umar mengatakan, awalnya menurut informasi, pada Kamis malam, 16 Januari 2025, korban sempat berkunjung ke rumah pacarnya di kawasan Tojan. Sebelumnya, korban dan pacarnya dikabarkan terlibat cekcok. “Ketika tiba di rumah sang pacar, Agus tidak berhasil menemui kekasihnya dan memutuskan pergi. Pada dini hari Jumat, Agus diduga hendak kembali ke rumah pacarnya, namun di tengah perjalanan, ia bertemu dengan para pelak,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal, lanjut Umar, diketahui para pelaku menegur korban karena berkendara membahayakan. Pertengkaran pun memanas, hingga berujung pengeroyokan. Berdasarkan rekaman CCTV, Agus terlihat sempat adu mulut sebelum diserang dengan senjata tajam.
“Para pelaku berjumlah lima orang, tiga di antaranya telah diamankan. Dua pelaku menyerahkan diri ke polisi, sementara satu lainnya ditangkap di Jawa Timur setelah mencoba melarikan diri. Ketiga pelaku yang ditangkap berinisial IMY, MTP, dan IPS,” ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan, kata Umar, saat kejadian, baik korban maupun pelaku diketahui dalam kondisi dipengaruhi alkohol. Sebelum insiden, korban sempat berpindah-pindah lokasi untuk minum-minum bersama teman-temannya. Para pelaku juga melakukan hal serupa di daerah Tojan sebelum akhirnya bertemu korban. “Senjata tajam berupa gunting, yang digunakan untuk menyerang korban, ditemukan disimpan di dalam jok motor salah satu pelaku. Senjata ini menjadi alat utama dalam aksi penyerangan tersebut,” terangnya.
Lebih jelasnya Umar mengungkapkan, berdasarkan hasil autopsi, korban mengalami 17 luka tusukan di berbagai bagian tubuhnya, termasuk satu luka fatal di bagian leher yang menyebabkan kematian. Dari keterangan polisi, korban sempat berlari mencoba menyelamatkan diri setelah diserang pertama kali, namun terus dikejar oleh para pelaku hingga akhirnya tewas di lokasi kejadian.
Umar mengaku, kasus ini masih dalam pengembangan, dan ada kemungkinan penambahan tersangka. Bukti-bukti digital, keterangan saksi, serta rekaman CCTV terus dikumpulkan untuk memperjelas kronologi kejadian. Rekonstruksi akan segera dilakukan untuk memastikan alur kejadian dari awal hingga akhir.
“Kami akan terus dalami perkara ini, termasuk motif yang sesungguhnya di balik insiden ini. Saat ini, tiga pelaku sudah diamankan, sementara sisanya masih dalam pengejaran,” ujar Kapolres Gianyar.

Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan mengejutkan masyarakat Gianyar. Polisi memastikan akan menyelesaikan kasus ini hingga tuntas dan menegakkan hukum seadil-adilnya. Krg






