PersIndonesia.Com,Bangli- Kematian I Nyoman Cindra (49), menggegerkan masyarakat Banjar Buwungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut Bangli. Pasalnya kematian lelaki yang telah beristri dan memiliki anak ini ditemukan tergantung memakai seutas tali pada sebuah pohon nangka di tegalan miliknya, pada Senin (28/7/2025).
Informasi yang berhasil terhimpun peristiwa berawal saat isteri korban bernama Ni Nengah Serini (39) sekira pukul 05.00 Wita terbangun dari tidurnya. Saat terbangun Nengah Serini tidak melihat I Nyoman Cindra (korban) di sampingnya.
Baca Juga : Imih! Ibu Rumah Tangga di Sidawa Bangli Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi
Selanjutnya Nengah Serini menemui anaknya Ni Nengah Septiani sembari menanjakan keberadaan korban, namun Ni Nengah Septiani (anak korban) juga tidak tahu keberadaan korban. Kemudian Ni Nengah Serini dan Ni Nengah Septiani berusaha mencari di tegalan sebelah Timur rumah.
Saat itu Ni Nengah Serini melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon nangka. Selanjutnya Ni Nengah Serini menghubungi pihak keluarga dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Susut.
Kapolsek Susut, AKP I Nyoman Sucipta saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Saat ini peristiwa yang terjadi tengah ditangani SatReskrim Polres Bangli”, ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun saat dikonfirmasi menyampaikan petugas Kepolisian dan petugas medis telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi serta pemeriksaan luar jenazah.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan bidan Pustu Tiga II yakni NI Komang Mini Lestari A Md Keb ditemukan bekas jeratan pada leher berbentuk V, terdapat luka lecet pada kaki, keluar cairan sperma dari kemaluan dan terdapat ambeyen pada anus serta lidah menjulur.
Baca Juga : IRT Asal Batur Utara Nekat Gantung Diri, Gegara Sakit Gondok Tak Kunjung Sembuh
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi saksi yang juga hasil pemeriksaan Tim Medis kuat dugaan korban meninggal karena gantung diri. “Kuat dugaan korban bunuh diri karena beban pikiran setelah anaknya yang bekerja di Jepang pulang sebelum waktunya”, terangnya.
Lanjut AKP Jaya Winangun, atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima kematian korban dengan ikhlas dan menganggap sebagai sebuah musibah.(*)






