Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Pantai Bilukpoh Menjadi Berkah Warga Sekitar

Persindonesia.com Jembrana – Pasca bencana banjir Sungai Bilukpoh menyisakan banyak sampah dan kayu hutan yang ikut hanyut dari hutan. Kayu-kayu tersebut sebelum menghambat aliran air dan menyumbat di jembatan Bilukpoh sehingga menenggelamkan puluhan rumah di sekitaran Jembatan Bilukpoh tepatnya di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Kayu-kayu tersebut sebagian besar hanyut sampai ke laut dan menumpuk di Pantai Bilukpoh. Pantauan awak media dilapangan, Terlihat kayu-kayu yang masih berserakan disana kebanyakan kayu yang tidak bisa diolah atau dijual, sebelumnya kayu yang bisa dijual atau diolah sudah dulu diambil oleh warga untuk dipotong hanya tinggal kayu sisa-sisa. Terlihat juga kayu-kayu tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk bahan bakar memasak dibawa kerumahnya rumahnya.

Gubernur Koster Bersama Dirut PT.PLN Resmikan PLTS Terapung Waduk Muara Nusa Dua

Salah satu warga bernama Nurul dan Air Kuning mengatakan, dirinya setiap hari mengambil kayu untuk masak sebagai bahan bakar penganti gas. “Saya setiap pagi dan sore kesini ngambil kayu menggunakan sepeda motor untuk masak dirumah, lumayan untuk mengirit gas. Pagi ini saya sudah 5 kali balik kesini ngambil kayu bakar ya lumayan mas untuk ngirit gas untuk masak,” terangnya. Rabu (2/11/2022)

Sementara Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, terkait sampah kayu sisa banjir yang menumpuk di Pantai Bilukpoh itu memang ranah balai provinsi. “Kalau memang ada teman relawan yang mau membersihkan sisa-sisa kayu yang menumpuk di pantai silahkan. Seperti biasanya kalau ada sampah sisa banjir berupa kayu itu dimanfaatkan oleh warga disana sekalian mereka ikut membersihkan pantai,” ujarnya.

Astaga! Ibu Hamil dan 2 Anaknya Jatuh dan Dilindas Truk di Jalan Lintas Kalimantan

Menurutnya, kayu yang terkumpul di pantai itu bebas untuk diambil siapa saja untuk dimanfaatkan, entah itu sebagai perhiasan atau kayu bakar. “Seperti banjir yang terdahulu juga banyak kayu yang bertumpuk di pantai, itu semua dimanfaatkan oleh warga, nanti pasti bersih sendiri. Lain seperti kayu yang berada di wilayah orang seperti dilokasi bencana di Bilukpoh Kangin, warga yang hendak mengambil kayu mereka harus minta ijin kepada warga disana,” pungkasnya. Vlo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *