Persindonesia.com Banyuwangi – Jawa Timur- warga masyarakat bisa sedikit lega dengan adanya Pemerintah melalui Kementerian Sosial di dalam membantu meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan rakyat tak henti-hentinya menggulirkan bantuan sosial ( Bansos ) sejumlah 425 orang warga masyarakat Desa Gumirih ramai-ramai manfaatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang bertempat di Aula Balai Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Melalui Program keluarga harapan PKH, keluarga penerima manfaat penerima BPNT. Senin (18/4/2022)
Kepala Desa Gumirih Mura’i saat di temui awak media di sela-sela kesibukanya mengatakan, pembagian bantuan pangan non tunai ( bpnt ) dihadiri dari berbagai unsur tiga pilar Desa Gumirih, Mustofa Babinsa, Babinkantibmas Nanang f.r, tokoh agama, ketua BPD Sapto Mudito, dan bendahara Bumdes Imam Suhaili. “Sebelum pembagian di awali dengan istigosah, untuk penerima bantuan sejumlah 425 warga yang berasal dari empat Dusun, yaitu Dusun krajan, Dusun Kumbo, Dusun Gayam utara dan Gayam selatan,” tuturnya
Bendahara BUMDES Imam Suhaili mengatakan, sungguh mengejutkan saat di singgung soal warga yang menerima bantuan pangan non tunai kok hanya berupa beras satu sak yang berisi ( dua puluh kilo gram ). “Semua itu atas permintaan masyarakat itu sendiri, dan semua itu sudah di Musdeskan, atas perwakilan masing-masing dusun, bahkan beberapa bulan lalu saat pembagian yang sebelumnya, kami dari pemerintah Desa sempat mendapat telefon dari Pihak Dinsos,” ucap Imam
Sementara itu dari beberapa warga yang menerima bantuan tersebut, Sumarni, Iswati dan Isna iyah saat di konfirmasi membenarkan penerimaan bantuan tersbut. “Memang benar mas kami menerima hanya beras satu sak seberat ( dua puluh kilo gram ) semua itu memang permintaan kami sendiri sebagai penerima bantuan, karna bagi kami hanya beras yang paling utama, untuk sayur-sayuran bisa cari di ladang,” terang ibu penerima
Abadi






