Warga Pebuahan Suka Cita Apresiasi TMMD, Jalan Rusak Parah Kini Bebas Hambatan

Persindonesia.com Jembrana – Dengan adanya TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang dilaksanakan oleh Kodim 1617/Jembrana, yang dimulai dari tanggal 20 September sampai dengan 19 Oktober 2023, disambut dengan suka cita oleh warga Desa Pebuahan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Pasalnya akses jalan yang sebelumnya rusak parah dan jembatan penghubung antara 2 kecamatan terputus, sehingga aktivitas perekonomian di wilayah tersebut menjadi terhambat, dan kini aktivitas masyarakat menjadi lancar masyarakat pun bahagia.

Warga dan Anggota TNI saling bergotong - royong memperbaiki jalan di Banjar Pebuhana dalam progran TMMD
Warga dan Anggota TNI saling bergotong – royong memperbaiki jalan di Banjar Pebuhana dalam progran TMMD

Saat dikonfirmasi, Dandim 16/17 Jembrana, Letkol Inf Teguh Dwi Raharja yang juga sebagai Dansatgas TMMD menjelaskan, pelaksanaan TMMD kali ini untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan melalui pembangunan fisik maupun non fisik serta memantapkan kemanunggalan TNI rakyat guna menciptakan ruang dan kondisi ruang yang tangguh.

“Untuk sasaran fisiknya atau sasaran pokok yaitu pembuatan jalan rabat beton di desa banyubiru dengan panjang 1413,30 meter dan lebar 2,60 meter. Dinding penahan tanah panjang 80 meter dan tinggi 1,5 meter serta plat deker panjang 7 meter, lebar 0,6 meter, tinggi 0,6 meter,” jelasnya. Minggu (22/10/2023).

Diduga Akibat Puntung Rokok, 2 Lahan Milik Warga Dilalap Si Jago Merah

Selain pengerjaan sasaran fisik, pihaknya juga menerapkan sasaran non fisik yang diantaranya, memberikan penyuluhan peternakan dan lingkungan hidup, penyuluhan KB dan kesehatan, percepatan penurunan stunting. “Selain itu kami juga penyuluhan pertanian dan perkebunan serta penyerahan bantuan dari kementrian agama,” jelasnya.

Teguh mengungkapkan, untuk biaya anggaran untuk prajurit sebesar Rp. 388 juta, untuk nilai dari TMMD dari Pemda sebesar Rp. 1 Miliar. “Pengerjaan TMMD kali ini menghabiskan biaya sebanyak Rp. 1.000.000.000, apabila dikerjakan diluar TMMD akan menghabiskan biaya sebesar Rp. 2.652.500.000 sehingga bisa berhemat sebesar 1.652.500.000. Dengan dikerjakan melalui TMMD, ini sangat luar biasa membantu menekan anggaran pemerintah daerah,” ujarnya.

Adanya manfaat  TMMD tersebut, Teguh mengatakan, bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat yang berada di lokasi Desa Banyubiru, meningkatkan kelancaran transportasi, pendistribusian hasil pertanian dan perkebunan masyarakat dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta perkembangan daerah agrowisata.

Festival Loloan Jaman Lame Ajak Masyarakat Nostalgia ke Loloan Tempo Dulu

“Selain itu, adanya TMMD ini juga sebagai jalan penghubung untuk upacara adat, sebagai jalan pendukung baik kedua desa untuk bersilaturahmi. Sebenarnya jalan ini merupakan jalan penghubung antara 2 kecamatan, diantaranya kecamatan Negara dengan Kecamatan Melaya,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, dengan adanya banjir bandang kemarin, sehingga jembatan penghubung yang baru dibangun tersebut, terjadi kerusakan sehingga tidak bias dilalui. “Sebelumnya saya sudah menyampaikan kepada bapak bupati, apabila ada proyek TMMD kembali, kami menyarankan agar sasaran utama utamakan jembatan,” ucapnya.

Lebih jelasnya Teguh mengatakan, dengan adanya TMMD ini, tumbuh dan kembangnya kesamaan visi misi antar aparat pemerintah daerah, Semakin meningkatnya kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat di daerah. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semakin meningkatnya wawasan kebangsaan serta kesadaran bela Negara.

Astaga! Tukang Penyadap Kelapa Meninggal Terjatuh dari Pohon Setinggi 10 meter

“Yang jelasnya adanya semangat kebersamaan gotong royong, dan rasa kekeluargaan serta partisipasi aktif masyarakat dalam membangun daerah, sehingga terciptanya jiwa persatuan dan kesatuan yang kokoh, kuat serta terwujudnya kemanunggalan TNI beserta rakyat,” pungkasnya.

Manfaat program TMMD kini dirasakan oleh masyarakat. Seperti yang dirasakan oleh warga di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Salah satu warga Banjar Pebuahan bernama I Gede Sunarsa (63 ), mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodim 1617/Jembrana. Dirinya mengungkapkan awalnya kondisi jalan di desanya sebelum pelaksanaan TNBB sangat memprihatinkan. Jalan tersebut rusak parah dan membahayakan pengendara. Selain itu, di musim hujan, jalan tersebut sering banjir dan longsor.

“Pada tahun 2019, kami bersama pihak desa pernah mengusulkan perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah daerah. Usulan tersebut diterima dan jalan tersebut diubah statusnya menjadi jalan kabupaten,” ujarnya.

Bakamla RI Perkuat Sinergi dengan Turkish Coast Guard  

Sunarsa juga mengatakan, usulan tersebut sempat tertunda karena adanya pandemi Covid-19. Namun, di tahun ini, usulan tersebut akhirnya bisa direalisasikan melalui program TMMD. “Kami sangat bersyukur karena usulan kami akhirnya bisa direalisasikan. Jalan ini merupakan satu-satunya jalan yang digunakan warga untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan,” ucapnya.

Sunarsa mengaku. Selama proses kegiatan TMMD pihaknya juga mengikuti berbagai kegiatan mendapatkan penyuluhan-penyuluhan dari TNI. “Ini sangat bermanfaat bagi kami, sudah dibuatkan jalan bagus dikasih penyuluhan, pengecekan kesehatan dan dikasih bantuan lagi. Saya sebagai warga Banjar Pebuahan mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI dan pemerintah dengan adanya TMMD di banjar kami,” pungkasnya. (Sub)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *