Persindonesia,com Tegal – salah satu warga inisial Sp dan istrinya tinggal di Dukuh Bulak Banteng Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal mengeluhkan adanya pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Kondisi kehidupannya minim perekonomian membuat SP dan istrinya diusia sepuh masuk dalam penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Bantuan Tunai Langsung (BLT) yang kerap diterimanya dirasakan Supardi dan Sumitri dengan kebahagian meski hanya berjumlah Rp. 900 ribu rupiah.
Namun, belakangan ini SP dan istrinya dengan kategori warga lansia ini harus menelan pil pahit meskipun menerima bantuan.
Usut punya usut, ternyata mereka pada bulan Febuari 2024 menerima hanya sisa bantuan yakni Rp. 900 ribu di potong 500 menjadi Rp. 400 ribu rupiah.
Miris mendengar keluhan SP yang merupakan seorang tuna netra menafkahi isterinya harus menerima kenyataan BLT yang biasa diterimanya semakin susut alias berkurang.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Desa Jatimulya, Daryono kepada wartawan menjelaskan bahwa dirinya selaku kades tidak pernah melakukan pemotongan dana bantuan.
“Itu tidak benar, saya selaku Kades tidak pernah memerintahkan pegawainya melakukan pemotongan,” tegasnya.
Hal ini ditegaskan Kades Jatimulya pada Selasa 30 April 2024 lalu, menurutnya pembagian BLT pada kepemimpinan kades sebelum dirinya, yaitu BLT DD tahap akhir tahun 2023.
“Sedangkan dalam kepemimpinan saya, BLT DD Th 2024 baru sekali dibagikan kepada 25 KPM miskin extrim dibulan Maret jelang lebaran,” imbuh Daryono.( Red/Kar)






