11 ABK Selamat, Perahu Slerek Dinar Istambul 2 Tenggelam di Jembrana Akibat Cuaca Buruk

Persindonesia.com Jembrana – Sebanyak 11 ABK selamat dalam tragedi tenggelamnya satu unit perahu Slerek Dinar Istambul 2 perairan Desa Yeh Kuning sampai Desa Perancak, Jembrana, pada hari Kamis malam (14/3) lalu. Kejadian naas tersebut diakibatkan lantaran Cuaca ekstrim hujan disertai angin kencang yang menguyur Kabupaten Jembrana.

Saat dikonfirmasi via telpone Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Nyoman Arnama Susanto membenarkan kejadian tersebut, ia mengaku mendapat informasi pada hari Jumat, 15 Maret 2024 pukul 10.00 Wita.

“Kejadian tersebut terjadi pada pukul 21.30 wita saat cuaca buruk terjadi di laut. Perahu Dinar Istambul 2 dinahkodai oleh H. Marjuki bersama 11 ABK,” terangnya. Senin (18/3/2024).

Kurun Sehari, Residivis Pencuri Motor Warga Sobangan Mengwi Dibekuk Polisi

Arnama mengungkapkan, perahu naas tersebut baru saja selesai menangkap ikan di perairan pantai Soka, Tabanan, dan sedang dalam perjalanan kembali ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.

“Perahu itu diduga mengalami kebocoran, perahu yang mengangkut sekitar 5 ton ikan itu tenggelam. Beruntung, seluruh ABK berhasil selamat dengan menaiki sampan kecil yang ada di perahu, sebagian dipindahkan ke perahu Dinar Istambul 1 sambil menunggu bantuan perahu dari pelabuhan pengambengan,” jelasnya.

Para ABK, lanjut Arnama, tida di PPN Pengambengan sekitar pukul 22.30 wita dan dalam keadaan selamat. “Kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah yang meliputi 1 unit perahu, 1 unit mesin mitsubishi 123 PK, 3 unit mesin yanmar masing masing 30 PK, 1 unit mesin Genset, dan ikan sekitar 5 ton,” ungkapnya.

Bali Dukung Pelaksanaan Konser Artis Internasional di Indonesia

Pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para saksi, meski tidak ada korban jiwa, pihaknya tetap menghimbau pada para nelayan untuk tidak memaksakan berlayar saat kondisi gelombang tinggi angin kencang dan hujan lebat.

“Kami juga menghimbau para nelayan dan juga managemen perahu untuk melengkapi prasarana alat keselamatan diatas kapal, dan juga tidak melebihi muatan saat berlayar, serta selalu memantau perkembangan cuaca yang dikeluarkan BMKG, mengingat akhir-akhir ini cuaca tidak menentu ahar para nelayan berhati-hati saat mau melaut,” pungkasnya. Dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *