Kantah Gianyar Model Reforma Agraria Berbasis Closed-Loop, Fokus Wujudkan Kesejahteraan Petani Berkelanjutan, ini Penjelasannya !

Kepala Kantah Gianyar, Gusti Putu Darma Astika, S.SiT., M.H.

 

Gianyar persindonesia.com, 3 September 2025 โ€“ Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar (Kantah Gianyar), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), meluncurkan secara resmi Model Reforma Agraria berbasis Closed-Loop. Peluncuran ini menandai dimulainya implementasi Reforma Agraria yang tidak hanya berorientasi pada redistribusi tanah, tetapi juga pada penguatan akses petani terhadap dukungan ekonomi dan kelembagaan secara menyeluruh.

Secara Khusus Kepala Kantah Gianyar, Gusti Putu Darma Astika, S.SiT., M.H., menjelaskan bahwa Reforma Agraria tidak cukup dimaknai hanya sebagai proses legalisasi atau pembagian tanah. Menurutnya, aspek access reform justru menjadi inti dalam menciptakan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani.ย  โ€œTanah yang diberikan negara harus produktif dan bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Di sinilah pentingnya access reformโ€”petani tidak hanya diberi lahan, tetapi juga dibekali akses modal, pendampingan, teknologi, dan kepastian pasar,โ€ tegas Gusti Putu Darma Astika.

Model Closed-Loop yang dikembangkan Kantah Gianyar merupakan pendekatan sistematis yang mengintegrasikan seluruh rantai pertanian dari produksi hingga distribusi. Dengan skema ini, petani memperoleh pendampingan usaha tani, akses pembiayaan, pelatihan teknologi pertanian organik, hingga kemitraan dengan off-taker atau pembeli hasil panen secara langsung.

Menurutb Kakantah Gianyar, konsep ini dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi keberlanjutan Reforma Agraria, khususnya di wilayah yang masih mempertahankan sistem pertanian tradisional seperti subak. Sistem ini juga selaras dengan pelestarian budaya lokal dan upaya menjaga lingkungan melalui praktik pertanian organik.

โ€œDengan closed-loop, petani mendapatkan kepastian harga dan pasar. Tidak ada lagi hasil panen yang terbuang atau dijual dengan harga rendah. Ini bukan hanya tentang lahan, tapi tentang keberlanjutan ekonomi petani,โ€ tambahnya.

Melalui peluncuran model ini, Kantah Gianyar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan mandat Reforma Agraria dari sisi regulatif, tetapi juga mendorong dampak riil yang bisa dirasakan oleh masyarakat tani secara langsung. Dengan kolaborasi lintas sektor, Gianyar diharapkan mampu menjadi percontohan nasional dalam implementasi Reforma Agraria berbasis Closed-Loop yang berbasis kearifan lokal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Peluncuran kegiatan Agraria berbasis Closed-Loop kegiatan panen padi sehat (organik) di Subak Gunung Jimbar Kelod, Desa Petak, Kecamatan Gianyar.

(Humas ATR/BPN Gianyar Bali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *