
Bondowoso,Persindonesia – Terkait Pemberitaan Meninggalnya Warga Bendelan, pihak TIM Gabungab SCI Pulbaket yang terdiri dari Persindonesia, JPKP Nasional dan SATGASNAS Jatim mendapatkan titik terang.
Peristiwa yang terjadi dari hasil investigasi, kejadian tersebut telah terkuak sebuah kebenaran.
Seperti yang disampaikan oleh Mohammad Agam Hafidiyanto, SH selaku Ketua TIM menyatakan,” Kejadian tersebut sudah diklarifikasi dari beberapa nara sumber, bahwa warga Bendelan (pria usia 66 thn) bernama Bukari mendapatkan vaksin covid karena sebuah persyaratan untuk berangkat haji, vaksinasi tersebut sekitar pukul 19.00 wib dan 30 menit setelah observasi dinyatakan boleh pulang”, ungkapnya.
“Permasalahan kematian yang sebenarnya diduga dikarenakan Bukari memiliki riwayat penyakit jantung, dan Bukari saat itu menurut informasi sempat bermain domino lalu mendadak meninggal yang diduga oleh keluarga korban dikarenakan vaksin, namun pihak Puskesmas sudah menawari dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya namun pihak keluarga menolak”, tutur Agam
Peristiwa tersebut perlu disampaikan oleh awak media kebenarannya kepada publik hasil dari monitoring dan Investigasi dilapangan, pungkas Agam menjelaskan kepada awak media karena penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat, dan menurut Agam inilah pentingnya dilakukan Investigasi dan menggali informasi sehingga terhimpun kebenaran untuk disampaikan ke publik, pungkasnya.
Namun yang sangat disayangkan oleh Agam, menurut awak media bahwa Kepala Dinas Kesehatan dalam hal ini, Muhammad Imron saat diklarifikasi sebelumnya oleh Agam melalui whatsapp tidak menberikan jawaban saat ditanyakan kebenaran peristiwa tersebut.
“Saya, selaku Ketua Tim bersama seluruh tim merasa lega dengan kebenaran informasi yang kami dapatkan. sehingga masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi pentingnya vaksin covid demi menjaga diri sendiri dan keluarga dari bahayanya virus korona, dan saya tegaskan agar pihak dinas terus memberikan sosialisasi ke masyarakat serta mekanisme vaknisasi ke masyarakat, sehingga tidak lagi adanya salah pemahaman kepada masyarakat” jelasnya
“Besok, saya bersama tim tetap menemui pihak dinkes terutama yankes dan SDK agar peristiwa missinformasi ini menjadi masukan untuk Dinkes dalam memberikan sosialisasi vaksin karena itu ranah mereka”, tutur Agam kepada awak media. (TIM)






