Polda Bali Rilis Akhir Tahun 2021,Terjadi Tren Penurunan Kasus

Denpasar (persindonesia.com) – Berbagai upaya Polda Bali bersama jajaran untuk terus melakukan inovasi dalam peningkatan kualitas layanan kepada publick/ masyarakat, diantaranya upaya penguatan deteksi aksi secara proaktif bersama jajaran, sekaligus mencegah potensi terkait intoleransi, faham radikalisme, aksi terorisme, dan konflik sosial dll.

Dihadiri oleh para Pimpinan dan perwakilan Media baik cetak ataupun elektronik serta para Humas Kab/Kota di Bali.

Berdasarkan data Crime Indeks Polda Bali secara umum tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020, terjadi tren penurunan sebanyak 14,95 persen.
Ini diungkapkan oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Ketut Suardana pada acara Rilis Akhir Tahun 2021, di Mapolda Bali, pada Rabu (29/12/2021).

Lebih detail diungkapkan data kasus pembunuhan trennya turun 27,8 persen. Laka lantas tahun 2021 turun 23,17 persen dengan total korban jiwa 305 orang dari perbandingan total korban jiwa mencapai 397 orang pada 2020.

Sedangkan untuk pengungkapan kasus -kasus yang menonjol di tahun 2021 antaralain : kasus pembunuhan WNA asal Slovakia dengan pelakunya adalah mantan pacar korban sendiri. Pengeroyokan di Simpang Jalan Subur Kalimutu, Monang-maning, Denpasar yang bermula dari permasalahan sepeda motor kredit macet milik korban yang ditarik kelompok debt collector. Kasus merusak gembok mesin ATM dan skiming oleh dua WNA Turki.
Tindak pidana fedifilia diantaranya kasus menyetubuhi anak dibawah umur di Buleleng, dan kekerasan ayah kandung yang menyebabkan anaknya meninggal dunia di Karangasem.

Pengungkapan kasus lainnya beeupa penyalahgunaan narkoba diantaranya home industry pembuatan extacy dengan mengamankan 286 butir (92,92 gram) serbuk dengan berat bersih 106,92 gram. Pengungkapan peredaran Shabu-shabu dengan mengamankan 1.013,74 gram dan 230 butir extacy dengan berat 94,66 gram.

Wakapolda Bali juga menjelaskan pengamanan event selama tahun 2021 diantaranya, menyiapkan 12.000 personil dalam rangka G20, dan juga melamukan restorasi hutan mangrove.

Sedangkan yang menjadi tantangan di tahun 2022 mendatang yakni pengamanan kehadiran delegasi dari 20 negara dalam acara Presidensi G20 di tengah kemungkinan penyebaran varian Omicron, event yang menghadirkan penonton di lapangan yang perlu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan juga program pemulihan ekonomi nasional, secara khusus membangkitkan pariwisata Bali.
Wakapolda juga tegaskan bahwa Polda Bali dan jajaran dalam menegakan hukum secara berkeadilan dan tidak memberikan ruang atas upaya premanisme, peredaran narkoba, serta mafia hukum, dan lainnya.
Demikian Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Ketut Suardana, M.Si., yang hadir mewakili Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, SH., M.Si., di Gedung PRG Polda Bali.

 

 

Acara diakhiri dengan pemberian cindramata akhir tahun sinergitas Polri dengan awak Pers diwakili oleh Ketua PWI Bali :  IGMD Dwikora Putra, dan Juga diisi dengan sesi tanya jawab dan ramah tamah.

(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *