Persindonesia.com Jembrana – Tim Tracer dari Puskesmas II Mendoyo dipimpin langsung oleh Kapus II Mendoyo dr. Widiasih kembali melakukan testing dan tracing kontak erat terhadap siswa siswi serta para guru di Sekolah MAN 2 Jembrana, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Testing dan tracing dilakukan sebagai tindak lanjut dari adanya temuan 4 (Empat) orang siswa MAN 2 Jembrana yang diketahui terkonfirmasi Positif Covid-19.
Testing dan tracing yang berlangsung di sekolah MAN 2 Jembrana tersebut mendapat atensi langsung Dandim 1617/Jembrana. Bersama dengan Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, SH, SIK, MIK, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna, S. Sos meninjau langsung proses pengambilan Swab test PCR terhadap beberapa guru dan sejumlah siswa siswi.
Testing dan tracing dihadiri pula oleh Plh. Kasat Intelkam Polres Jembrana Iptu I Putu Yoga Martana, Kanit Binmas Polsek Mendoyo, Piket Fungsi dan Anggota Tracer Covid-19 Polres Jembrana, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Yehsumbul, Kepala Sekolah MAN 2 Jembrana Saras Mawanto, Siswa Siswi beserta guru MAN 2 Mendoyo, serta Sekdes Desa Yehsumbul
“Bahwa memang benar awalnya ada Siswanya yang tinggal/penghuni Gedung Asrama ada yang mengalami sakit, kemudian diambil sama keluarganya untuk berobat dan dilakukan Swab antigen dan hasilnya positif, yang akhirnya berlanjut dengan kegiatan sekarang ini,” jelas Kepala Sekolah.
Sementara itu Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna, S.Sos menuturkan dilakukannya testing dan tracing kontak erat pasien terkonfirmasi Covid-19 terhadap sejumlah Siswa dan siswi serta guru MAN 2 Jembrana sebagai upaya Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana dalam memutus penyebaran Covid-19 yang dapat memunculkan cluster baru Covid-19 di lingkungan sekolah.
“Kita masih menunggu hasil dari testing dan tracing hari ini, kemungkinan akan di rilis besok oleh pihak Puskesmas. Apabila nantinya ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 tentunya kita akan lakukan penjemputan untuk selanjutnya melaksanakan Isolasi terpusat di tempat karantina yang telah disediakan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana,” Tegas Dandim Haruna
Dalam pemantauan giat trecing/ testing tersebut, Dandim Haruna mengajak pihak Sekolah baik Kepsek, Guru dan Wali Kelas untuk kooperatif dengan memberikan data jumlah siswa yang valid baik yang tinggal di asrama maupun yang sekelas belajar dengan siswa yg terkonfirmasi. Hal tersebut bertujuan agar memudahkan Tim Tracer dalam pemetaan KE di lingkungan sekolah, dengan harapan kita bisa mencegah terjadinya Cluster Sekolah.(Pendim Jbr/Red)






