Dinas Kopdagrin Kuansing Dampingi Metrologi Bandung Gelar Tera Ulang Alat Ukur

Kuansing, – Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) Kuantan Singingi, Riau Azhar Ali mengapresiasi tinggi atas peran serta Tim Metrologi Bandung melaksanakan kegiatan tera ulang sejumlah alat ukur di Kuansing.

“Karena, sangat membantu masyarakat Kuansing terhindar dari penipuan ukuran perdagangan,” katanya di Teluk Kuantan, Rabu.

Tera adalah tanda uji pada alat ukur, sementara  Tera Ulang adalah pengujian kembali secara berkala terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang dipakai dalam perdagangan.

Oleh karena itu, Tera ini sangat penting karena untuk melindungi pembeli dan pedagang. Baik terhadap mesin di SPBU, alat timbangan 10 kg dan 5 Kg, juga ukuran kemasan makanan dan minuman.

“Sedangkan alat timbang dalam setahun penggunaanya harus diuji apakah sesuai dengan standar dan tidak mengalami kerusakan,” ujarnya.

Azhar juga menyebutkan, setiap alat timbang harus diuji lagi meskipun itu timbangan digital, karena selama penggunaan pasti ada pergeseran pengukuran.

Untuk memastikan masih standar itu, maka kegiatan tera ulang dari Metrologi Bandung sangat membantu Kuansing. Bangganya lagi, kata Azhar, untuk Riau hanya Kuansing yang mendapat program nasional itu dan seluruh Indonesia hanya 15 daerah menjadi sampel.

“Ini adalah kegiatan pengawasan
program Kementrian Perdagangan RI, dilaksanakan di Kuansing selama dua hari yakni 30 – 31 Maret 2022,” jelasnya.

Untuk kegiatan di Kuansing, yang menjadi lokasi pengawasan adalah Swalayan Mandiri di Kota Teluk Kuantan. Lebih meyakinkan, tim membawa timbangan khusus dari Bandung, karena benar benar teruji.

Sedangkan, pihak Dinas Kopdagrin adalah mendampingi untuk melakukan pengawasan tera ulang tersebut.

Untuk lebih membantu, dua orang tenaga ahli dari Kementrian Perdagangan melalui Direktorat Metrologi Bandung untuk melakukan tugas tersebut.

“Yakni, Pengawas Kemetrologian Ahli Madya Harri Santosa dan Pengawas Kemetrologian Ahli Muda Zukarmaini,” sebutnya.

Tujuan akhir, ingin memotret tentang pelaksanaan tera di Kuansing. UPT metrologi Kuansing masih baru, jadi tim ingin tahu apakah program sudah berjalan dengan baik ?

Bahkan, akan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya tera ulang alat ukur dalam perdagangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *