Jembrana, Persindonesia.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen bagi sekolah PAUD/TK, SD dan SMP secara resmi dibuka oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba Senin 4 April 2022. Bersama Forkopimda Kabupaten Jembrana, Bupati Tamba langsung memantau jalannya PTM di SMPN 3 Negara, SDN 4 Pendem, SDN 1 Baluk, dan SMPN 4 Negara.
Kunjungi STW, Wabup Ipat Ajak Masyarakat Jaga Keasriannya
Dibukanya PTM 100 persen telah sesuai dengan evaluasi PTM terbatas yang telah dilaksanakan sebelumnya. Selain itu kasus covid di kabupaten Jembrana sampai saat ini sudah kosong, sehingga sesuai surat edaran Bupati Jembrana nomor 800/949/PD/DIKPORA/2022 tentang protocol kesehatan dan surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan Surat Gubernur Bali dibuka.
Kunjungan Bupati Tamba beserta Forkopimda Jembrana mendapat sambutan hangat dari para murid, selain itu juga dalam kunjungan tersebut bupati memastikan tahapan berjalan lancar, utamanya penerapan prokes dilingkungan sekolah.
Dalam kedatangannya ke sekolah-sekolah, Bupati Tamba langsung memantau aktivitas belajar mengajar untuk melihat sejauh mana kedisiplinan pemangku sekolah dalam menerapkan PTM. Kedatangannya juga sekaligus menyapa dan berbincang dengan para guru maupun siswa.
“Seperti kita ketahui banyak siswa maupun orang tua mengeluh dengan sistem pembelajaran daring (online) bahkan banyak siswa yang menyatakan diri rindu dengan suasana sekolah dan bertemu dengan temannya. Tadi sudah kita pastikan pembelajaran tatap muka sudah berjalan dengan lancar, sesuai aturan serta sudah menerapkan protokol kesehatan. Kedepan hal ini harus terus dijaga dan diperhatikan khususnya bagi para guru, sehingga PTM bisa terus berlangsung di Jembrana,”ujarnya.

Terkait diterapkannya PTM 100 persen di kabupaten Jembrana, pihaknya menjelaskan sudah berkoordinasi OPD maupun jajaran Forkopimda bahwa di Jembrana sudah diijinkan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka penuh. “Ini juga kita sesuaikan dengan situasi dan trend perkembangan kasus covid-19 di Jembrana yang beberapa pekan terakhir tidak ada kasus positif di Jembrana. Selain itu kelengkapan vaksinasi juga sudah dipenuhi dari dosis 1 dan 2 serta dosis ketiga (booster) yang sudah mencapai hampir 40% lebih,”jelasnya.
Kepada para siswa Bupati berpesan agar tidak abai dengan protokol kesehatan yang tentunya tidak lepas dari pengawasan para guru. Mulai diterapkannya PTM 100 persen ini juga diharapkannya mampu meningkatkan minat belajar siswa. “Semoga dengan mulai diterapkannya PTM secara penuh ini, bisa memacu para siswa agar lebih belajar lebih giat dan berprestasi lagi,”pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana Ni Nengah Wartini menyampaikan sebelum menggelar PTM penuh, pihaknya sudah melakukan berbagai evaluasi. “Karena sebelumnya sudah PTM terbatas, maka hasil evaluasi dalam PTM terbatas itu yang kemudian diajukan ke Bupati Jembrana. Dan itu telah disetujui oleh Bupati. Termasuk survei untuk mengetahui, pendapat kepala sekolah SD dan SMP di Jembrana. Dari 266 responden atau kepala sekolah. Sekitar 82 persen menyetujui PTM penuh,”ucapnya.
Dijelaskannya, bahwa dasar pengajuan PTM 100 persen itu juga merujuk atau memedomani SKB 4 Menteri dan SE Mendikbud Dikti. Dan juga terkait dengan surat edaran yang baru saja diterima. Dimana, ada empat poin penting, diantaranya ialah mulai bulan April PTM sudah bisa dilakukan. Kemudian, satuan pendidikan wajib menjalankan protokol ketat dan konsisten. (sb/id)






