Surabaya, Persindonesia.com,– Aksi teatrikal yang dilakukan oleh koalisi para seniman yang tergabung di Dewan Kesenian Surabaya ( DKS ) sekira pukul 09.00 WIB di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Rabu,13/4/2022.
Dengan membawa spanduk bertuliskan ” Seniman dianggep wayang Karo dalang Sinarto ” (Seniman dianggap wayang oleh dalang Sinarto) para seniman menuntut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur Sinarto, S,kar, M.M untuk segera dicopot dari jabatannya, karena dianggap tidak kapabel dan tidak memiliki empati kepada para seniman, hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Koalisi Seniman Surabaya yaitu Luhur Kayungga yang juga menjabat sebagai Sekretaris di Dewan Kesenian Surabaya, saat ditemui usai kegiatan aksi, lebih lanjut dijelaskan oleh Luhur bahwa Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur, tidak transparan dan ada hal yang ditutup-tutupi.
Aksi yang melambangkan matinya kesenian di Surabaya ini juga menyikapi kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak mendukung para seniman hal tersebut diutarakan oleh Slamet Gaprak selaku kordinator aksi, saat ditemui awak media Slamet Gaprak juga mengutarakan bahwa sangat menginspirasi untuk menjadikan Gedung Negara Grahadi sebagai ruang alternatif kesenian sampai Kadis Disbudpar Jatim benar-benar dicopot dari jabatannya. яндекс
Aksi yang berlangsung damai ini dijaga ketat oleh pihak kepolisian meskipun sempat menutup sebagian jalan akhirnya selesai setelah menggelar aksi treatikal mereka. (Risky kopral)






