BONDOWOSO, Persindonesia – Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX tingkat Kabupaten Bondowoso yang berlangsung sejak tanggal 21 Agustus lalu telah resmi di tutup oleh Bupati Salwa Arifin pada, Rabu (24/8/2022)
Pelaksanaan MTQ XXX tingkat kabupaten yang diikuti 433 peserta.Mereka mengikuti MTQ di lokasi berbeda, seperti di Pendopo Bupati, Pendopo Wabub, GOR, Aula Graha NU, MTS.N 2 dan Paseban Alun – alun RBA Ki Ronggo.
Bupati Bondowoso, Drs. KH.Salwa Arifin, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur, karena pihaknya telah menyelesaikan rangkaian kegiatan MTQ dengan lancar dan sukses. Menurutnya, para qori’-qoriah, hafidz-hafidzah, khathath, dan seluruh peserta telah memberikan upaya terbaiknya dalam ajang MTQ tingkat Kabupaten ini, sehingga dewan hakim dapat memberikan penilaian se-subjektif mungkin. Telah terpilih putera – puteri terbaik tingkat kabupaten, yang nantinya mereka akan mewakili Kabupaten Bondowoso untuk mengikuti ajang MTQ ditingkat yang lebih tinggi.
“Saya ucapkan selamat kepada para juara di masing-masing kategori pada MTQ XXX tingkat Kabupaten Bondowoso, yang kemudian akan berlaga pada event serupa di tingkat provinsi,” paparnya.
Pelaksanaan MTQ ke-30 Kabupaten Bondowoso yang mengusung tema Mencetak Generasi Qurani yang beraklaqul karimah ini, merupakan wahana untuk menumbuhkan semangat membaca dan mempelajari Alquran. Sehingga Alquran benar – benar dijadikan pedoman hidup dalam menghadapi derasnya pengaruh globalisasi.
Harapan Bupati, kepada peserta MTQ yang mendapat juara, agar kemudian terus mengasah, meningkatkan kembali kemampuan dan prestasinya. “Jadikan motivasi untuk lebih semangat lagi. Ada sisi yang belum dipelajari, tolong dipelajari. Tentang irama, tajwid, ditingkatkan. Jangan merasa puas diri dengan kejuaraan ini. Sedangkan bagi yang belum berkesempatan mendapat juara, ia pun berharap agar terus belajar, sehingga dapat meningkatkan prestasinya ke depan. Sehingga harus dikejar,” terangnya.
Namun yang terpenting adanya kesadaran dan semangat untuk mempelajari kandungan Alquran. Karena hakekat dari kegiatan tersebut yakni bagaimana mampu memahami, menghayati dan mengamalkan isi kandungan di dalam kehidupan sehari-hari.”pungkasnya.






