Akhirnya! Pengiriman Lalu Lintas Ternak Babi Dibuka, Harga Pakan Masih Meroket

Persindonesia.com Jembrana – Akhirnya peternak babi di Kabupaten Jembrana khususnya bisa bernapas lega setelah dibukanya lalu lintas pengiriman babi ke luar Bali yang sesuai dengan SE Nomor 6 Tahun 2022 tentang pengendalian lalu lintas rentan PMK dan produk hewan rentan PMK oleh Satgas PMK mulai pada tanggal 16 September 2022.

Akan tetapi pengiriman hewan seperti kambing dan sapi masing tidak diperbolehkan sesuai SE tersebut dan hanya babi saja diperbolehkan lewat, bahkan hewan babi juga dibebasnya dengan pengaturan syarat vaksinasi.

Peternak babi asal Kecamatan Melaya, Jembrana Komang Latra Jana mengatakan dirinya merasa bersyukur atas kebijakan pemerintah tersebut, sebelumnya dirinya sudah menanggung rugi sekian banyak dikarenakan ditutupnya pengiriman babi dan harga pakan babi naik. Senin (19/9/2022).

Gaya Baru Perumahan Panorama Sepatan Dalam Hunian Ekslusif

“Saya bersyukur pengiriman babi dibuka kembali sehingga sekarang bisa mengimbangi harga pakan babi yang melambung tinggi, saya juga berharap harga babi kembali naik agar seimbang dengan pakan. Sebelumnya harga babi anjlok Rp. 34-36 ribu perkilo yang sebelumnya mencapai Rp. 39-40 ribu perkilonya,” ungkapnya.

Jana juga mengaku, sebelum kenaikan BBM harga pakan sudah naik Sekarang BBM naik harga pakan semakin naik mencapai Rp 535 ribu per 50 kg. “Saya bersyukur pengelola tepung jagung harganya bersahabat. Sebelumnnya harganya Rp. 5700 ribu rupiah sekarang Rp 5200 ribu rupiah beruntung juga pengiriman babi dibuka sehingga bisa bernapas lega,” ucapnya.

Seperti halnya peternak babi asal banjar Palunganbatu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Jembrana IB Ngurah Swastika mengatakan, dirinya semenjak adanya PMK mengaku rugi besar. “Sejak PMK saya rugi besar dalam penggemukan babi. Saat PMK harga babi semakin jatuh akan tetapi harga pakan melonjak tinggi, sehingga demi menutup hutang babi dijual dengan acara dipotong dagingnya dijual perkilo,” tuturnya.

Minim Dapat Siswa, SDN Blingbing Sari Rencana di Regrouping

Dengan dibukanya lalu lintas ternak babi, dirinya mengaku sebelum memelihara babi akan memantau perkembangan terlebih dahulu. “Saya pantau dulu perkembangan SE tersebut, jika berjalan lancar dan tidak ada penyakit PMK lagi baru saya memulai memelihara babi lagi untuk penggemukan. Sekarang harga babi masih anjlok semoga dengan dibukanya lalu lintas pengiriman babi dibuka harganya naik lagi,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi awak media, Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama membenarkan pengiriman babi keluar Bali dibebaskan. “Ya memang benar pengiriman babi sudah dibebaskan kel luar Bali, itu sesuai dengan SE Nomor 6 Tahun 2022, kami mengikuti aturan yang baru,” terangnya.

Pihaknya merasa bersyukur pengiriman hewan babi keluar Bali sudah dibuka. “Saya bersyukur sudah ada kebijakan ini sehingga perekonomian masyarakat bisa bergerak ditengah kenaikan BBM ini,” ujarnya.

Empat Remaja Lakukan Pengeroyokan Setelah Pulang Dari Tempat Hiburan

Dalam waktu satu bulan terakhir, imbuh Sutama, angka kasus aktif dari hewan terjangkit PMK terus menurun. “Tren kasus PMK terus menurun, akan tetapi, kami terus berupaya melakukan pencegahan dan pengendalian dengan cara memperkuat aturan lalu lintas hewan yang rentan PMK dan produk hewannya, terkecuali hewan babi,” tutupnya. Sur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *