Malang -Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Tulungagung Ahmad Baharudin. SE,ikut berbela sungkawa dan menyayangkan kejadian di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Kabupaten Malang, paska laga liga satu antara Arema vs Persebaya dengan skor akhir 2-3.
Rasa kekecewaan yang tak terkendalikan suporter arema yang biasa berjuluk Aremania, menyebabkan Polisi turun tangan kelapangan dan menembak kan gas air mata ke arah kerumunan masa, tak pelak kejadian ini menyebabkan puluhan Aremania lemas terinjak antar suporter sampai akhirnya meninggal dunia.
Dari kejadian ini Ahmad Baharudin dengan statemennya,semua pihak agar kita tidak saling menyalahkan, lebih jauh Ahmad Baharudin selaku Ketua ASKAB PSSI Tulungagung berharap kejadian ini adalah yang terakhir.
” Kita tidak usah saling mencari kesalahan, tetapi kita harus melihat kejadian ini sebagai sebuah pelajaran agar ini yang terakhir dan tidak terulang lagi di jawa timur dan Tulungagung khususnya” paparnya.
Lebih lanjut Ahmad Baharudin yang kesehariannya sebagai salah satu wakil ketua DPRD Tulungagung, juga ikut prihatin dan menyayangkan kejadian ini,
” saya prihatin dan amat menyayangakan kejadian di stadion Kanjuruhan malang, saya berharap semua unsur pertandingan ,panitia pelaksana menjalankan fungsinya dan lebih koordinatif, agar kejadian ini yang terakhir, serta menjadi evaluasi bersama” paparnya.
Ketika disinggung mengenai banyaknya organisasi suporter yang mengatasnamakan organisasi suporter dari luar daerah, yang tumbuh diTulungagung seperti BONEX TULUNGAGUNG, AREMANIA T AGUNG, JAKMANIA TULUNGAGUNG dll, yang jelas ini ada unsur fanatisme berlebihan, Ahmad Baharudin sebagai bapaknya sepak bola Tulungagung menuturkan sebagai berikut,
” Berorganisasi adalah hak semua warga negara ,salah satunya organisasi suporter sepak bola dari daerah lain di luar Tulungagung,kita sebagai Assosiasi kabupaten akan melaksanakan komunikasi dan pembinaan terhadap mereka” imbuhnya(MH)






