Denpasar – Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi Tokoh, mantan Anggota DPD RI, mantan Ketua DPRD Bali mengajak seluruh lapisan semeton/masyarakat Pulau Bali untuk menyambut kedatangan KTT G20 termasuk kedatangan para tamunya dengan penuh ramah tamah dan senyuman, sesuai dengan keramahan kita yang sudah dikenal dunia.
Orang Bali telah dikenal didalam memberlakukan tamunya seperti raja, jadi pemberlakuan spesial akan diberikan kepada para tamunya,” kata Cok Rat di kediamannya Puri Satria Denpasar.
Lebih lanjut Cok Rat menuturkan, Bali hingga saat ini kental dengan berbagai julukan yakni Pulau Bali terkenal dengan julukan sebagai Pulau Dewata atau The Island of Gods karena kentalnya budaya beragama yang toleran. Pulau Surga karena memiliki keindahan alam yang menawan, Pulau Seribu Pura karena hampir diseluruh penjuru Bali bertebaran pura dengan nuansa magis nan indah, The Morning of The World, The Last Paradise on Earth.
Apalagi sejak aktris Hollywood Julia Robert menjadikan Pulau Bali sebagai lokasi syuting film Eat Pray Love,
Tak terhitung kegiatan bertaraf internasional juga pernah diadakan di Pulau Bali seperti IMF-World Bank. Miss World 2013, Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic (APEC) 2013.
Yang paling menyedot perhatian acara G20, dimana Presiden Jokowi gilirannya sebagai Presidensi G20, selanjutnya tahun 2023 akan digelar di India, ucap Cok Rat sambil bersantai dengan awak media ini.
Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” yang menghadirkan pemimpin negara – negara anggota G20 pada pertengahan November mendatang.
G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.
Dibentuk pada 1999 atas inisiasi anggota G7, G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis, utamanya yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin. Adapun tujuan G20 adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.
G20 pada awalnya merupakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Namun sejak 2008, G20 menghadirkan Kepala Negara dalam KTT dan pada 2010 dibentuk pula pembahasan di sektor pembangunan. Sejak saat itu G20 terdiri atas Jalur Keuangan (Finance Track) dan Jalur Sherpa (Sherpa Track). Sherpa diambil dari istilah untuk pemandu di Nepal, menggambarkan bagaimana para Sherpa G20 membuka jalan menuju KTT (Summit).
Peran Nyata G20 dalam penanganan krisis keuangan global 2008. Salah satu kesuksesan G20 terbesar adalah dukungannya dalam mengatasi krisis keuangan global 2008.
Kontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19, inisiatif G20 dalam penanganan pandemi mencakup penangguhan pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, Injeksi penanganan Covid-19 sebanyak >5 triliun USD (Riyadh Declaration), penurunan/penghapusan bea dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, disinfektan, alat medis dan obat-obatan.
Selain itu, G20 berperan dalam isu internasional lainnya, termasuk perdagangan, iklim, dan pembangunan. G20 juga mendukung gerakan politis yang kemudian berujung pada Paris Agreement on Climate Change di 2015, dan The 2030 Agenda for Sustainable Development.
(Tim/Red).






