Persindonesia.com Jembrana – Adanya penyegelan toko modern berjejaringan beberapa hari lalu oleh Satpol PP Kabupaten Jembrana sehingga DPRD kabupaten Jembrana mendesak kembali Satpol PP untuk lakukan penyegelan terhadap toko modern berjaringan yang belum melengkapi ijin seperti Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG).
Diketahui menurut informasi total toko modern yang ada di Kabupaten Jembrana berjumlah keseluruhan sudah mecapai 25 toko, dari jumlah keseluruhan tersebut diantaranya masih dalam proses melakukan pengurusan ijin, akan tetapi mereka sudah beroprasi hingga saat ini.
AMTAG Kecewa Rapat Dengan Pansus DPRD Dibilang Berjalan Mundur
Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika meyakini adanya toko modern berjaringan itu membunuh 10-20 pedagang kecil di sekitarnya, dengan itu DPRF menegaskan penerapan perda perlindungan pasar tradisional ditengah maraknya toko modern berjaringan. Jumat (18/11/2022).
“Sebagian besar toko tersebut ada yang tidak memiliki ijin PBG. Dengan adanya penyegelan ini agar di tertibkan yang lain, ketegasan ini harus dilakukan kepada toko berjaring lainnya, dan berlanjut ke toko modern lain yang belum melengkapi ijin, jangan satu dua toko, tapi semua toko diberlakukan sama,” ucapnya.
KAI Bali Serahkan Alat Memasak Untuk Para Korban Banjir Bandang Bilukpoh
Menurutnya adanya toko modern tersebut mempengaruhi UMKM local dan juga warung-warung kecil. “Apalagi dari puluhan toko modern yang baru ini tidak satupun toko modern berjaringan di Jembrana sekarang ini tidak menampung produk UMKM lokal,” katanya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Jembrana, Drs. I Komang Agus Adinata mengatakan, saat ini ada sekitar 25 toko modern berjaringan yang tersebar di Kabupaten Jembrana. “Kalau ijin yang kami tahu ada tiga toko masih berproses. Kami tugasnya membina usaha mikro untuk menjadi legal,” ujarnya.
Shabu Seberat 2,68 Gram Berhasil Diamankan Polsek Tapung Hilir dari Tersangka Pengedar Narkoba
Disinggung terkait toko modern tersebut tidak menampung UMKM local, ia mengaku sudah ada beberapa toko yang menyediakan produk UMKM lokal Jembrana. “Kami tetap melakukan penjajakan mengenai hal tersebut. Selain itu juga kami terus menghimbau agar mereka menjual produk UMKM local ditokonya,” tutupnya. Vlo






