Bangli,PersIndonesia.Com- Sosok Raden Cahyo Adhi Nugroho yang digadang gadang menjadi Bakal Calon (Balon) Bupati Bangli dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mulai merambah beberapa komunitas, salah satunya komunitas Jeep di Kintamani.
Pria yang populer di kalangan generasi muda dengan prestasinya didunia otomotif tersebut mulai melakukan sosialisasi dan diskusi, dengan puluhan orang yang tergabung dalam komunitas Jeep (4 WD) Kintamani.
Baca Juga : Rekaman Berbuntut KPUD Tegal Didemo MPD
Raden Cahyo Adhi Nugroho mengatakan kegiatan pada Selasa, (23/7/24) Malam lalu, merupakan bentuk awal sosialisai dan diskusi dirinya dengan para generasi muda khususnya komunitas Jeep di Kintamani.
Dimana komunitas Jeep di Kintamani merupakan wadah bagi wisatawan untuk melakukan tracking melihat keindaha Sunset di Gunung Batur dan juga melihat obyek lainnya.
“Dalam diskusi banyak hal yang dibahas mulai dari bagaimana pengembanganya, bagaimana income yang dihasilkan seimbang serta banyak hal lagi”, ujarnya dikonfirmasi awak media, Kamis (25/7/24).
Menurutnya, Kintamani yang kaya dengan panorama alamnya merupakan aset dalam dunia pariwisata. Dan apabila dikelola dengan baik maka menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi bagi Bangli.
Hal ini tentunya membutuhkan regulasi-regulasi untuk mengelola itu semua dengan baik dan benar, baik itu pengembangannya, sarana dan prasarana, manfaatnya bagi masyarakat dan lingkungan dan banyak lagi.
“Sehingga apa yang menjadi aset benar-benar dapat memberi manfaat dan mensejahterakan masyarakat, khususnya bagi masyarakat di Kintamani”, terang Raden Cahyo.
Baca Juga : KIM Bangli Gelar Konsolidasi Bentuk Tim Penjaringan dan Pemenangan Pilkada
Disinggung terkait kenapa memilih jadi Bupati Bangli, Raden Cahyo menyampaikan bahwa sejak lama dirinya jatuh cinta dengan Kabupaten Bangli. Dan ketika saat ini ada peluang dirinya ingin benar-benar mewujudkan kecintaanya itu.
Dan dengan kendaaraan politik dan adanya Koalisi Indonesia Maju (KIM) dirinya ingin mengajukan usulan agar bisa menyampaikan ide gagasan dan program pada masyarakat Bangli. Pada akhirnya masyarakat Bangli memberikan pilihan.
“Karena Pilkada merupakan sarana untuk menyampaikan ide gagasan dan program. Apabila gagasan tersebut diterima oleh mayoritas masyarakat Bangli maka akan terpilih, tetapi ini merupakan hak Demokrasi seluruh warga Bangli”, tandasnya. (IGS).






