Persindonesia.com Jembrana – Akibat cuaca yang begitu ektream dimana hujan lebat disertai angin dan petir mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana terjadi banjir. Hujan yang terjadi pada hari Senin (28/11/2022) malam hari menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir
Beberapa wilayah yang terjadi banjir diantaranya Jalan Sedap Malam, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, merendam kurang lebih 70 KK, sementara di Banjar Puseh, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, merendam kurang lebih 15 KK
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Arthana Putra saat dikonfirmasi awak media mengatakan, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi. Banjir terjadi Senin (28/11/2022) malam.
“Dikarenakan hujan itensitas tinggi menyebabkan air got meluap dan menggenangi rumah warga. Terdapat 70 KK yang terdampak banjir. Pada pukul 19.00 wita air setinggi pinggang orang dewasa, namun warga setempat tidak mau di evakuasi karena saat ini air sudah mulai surut,” bebernya. Selasa (29/11/2022)
Sementara, lanjut Agus, banjir juga terjadi di Banjar Puseh, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, setidaknya ada 15 KK yang tergenang banjir. Menurut pantauan, banjir tersebut dikarenakan drainase jalan lebih tinggi dari pemukiman rumah warga.
“Itu kewenangan balai jalan, Kami BPBD secara tupoksi hanya penanganan dampak banjir. Kami tidak punya kewenangan untuk membongkar aset pihak lain. Silahkan masyarakat melaporkan ke pihak desa agar ditindaklanjuti,” ujarnya.
Hal senada diutarakan oleh salah seorang warga Tuwed, Made Warta mengatakan, memang di wilayahnya kerap menjadi langganan banjir. Ini disebabkan drainase jalan yang lebih tinggi dari pemukiman warga. Jadi airnya terbendung oleh dinding drainase.
“Kami sudah sering laporkan tapi tidak pernah ada penanganan. Harusnya kan setelah di cek dan di photo dikoordinasikan. Warga cuma minta dibuatkan lubang di beberapa titik biar airnya lancar,” jelasnya. Sur






