Diguyur Hujan Deras Berjam-jam, Beberapa Wilayah di Jembrana Terendam Banjir

Persindonesia.com Jembrana – Diguyur hujan deras berjam-jam lebih dari tiga jam sejak Minggu siang (7/7/2025) menyebabkan peningkatan drastis debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS). Akibatnya, beberapa wilayah di Jembrana terendam banjir, memaksa warga untuk mengungsi.

Salah satu sungai yang mengalami kenaikan debit air paling signifikan adalah DAS Tukad Ijogading. Sungai yang membelah Kota Negara ini meluap hingga merendam permukiman warga di sekitarnya.

Di Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, misalnya, kawasan perumahan di dataran rendah sempat tergenang air setinggi di atas pinggang orang dewasa. Sedikitnya delapan kepala keluarga (KK) harus mengevakuasi diri secara mandiri ke wilayah yang lebih tinggi.

Karantina Bali Tanggapi Keluhan Warga Gilimanuk, Janji Perbaikan di Sekitar IKH

Luapan Tukad Ijogading juga merendam permukiman di Banjar Adat Tinusan, Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng. Selain merusak tanaman kebun warga di tepi sungai, air dengan ketinggian lebih dari satu meter di atas jalur jogging track pengaman bibir sungai juga merendam kompleks tempat suci atau sanggah milik salah satu keluarga setempat.

Situasi serupa terjadi di Lingkungan Terusan, Lelateng, yang memang menjadi langganan banjir. Air kembali meluber ke sisi barat Tukad Ijogading, merendam sejumlah bangunan warga setinggi dada orang dewasa. Empat KK yang bermukim di pinggiran sungai menuju muara Perancak ini kini kembali terdampak banjir.

Banjir juga meluas hingga ke Kelurahan Loloan Timur, Jembrana, di mana sekitar 20 rumah terendam. Demikian pula di wilayah Pendem, luapan air menggenangi kompleks permukiman warga di dataran rendah sekitar DAS Tukad Ijogading.

Astaga! Lelaki Asal Blungbang Kawan Bangli Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Tidur

Peningkatan debit air yang drastis juga terjadi di DAS Tukad Remojo, Negara. Permukiman di timur Bendung Kaliakah, yang juga menjadi langganan banjir, kembali tergenang pada Minggu sore dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Luapan air dari Tukad Remojo di Jalan Seda Malam, Negara, bahkan berdampak hingga ke Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk, menyebabkan ruas utara Jalan Udayana, Negara, tergenang air.

Di Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, ratusan rumah terendam luapan air DAS Tukad Remojo. Beberapa fasilitas umum seperti Puskesmas Pembantu Lelateng, TK Negeri Negara, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan siang gratis juga sempat tergenang.

Tim Sar Gabungan Temukan Gerakan di Bawah laut, Kabar 1 Jenazah Ditemukan di Banyuwangi

Camat Negara, I Gede Waryana Prabawa, mengakui bahwa wilayah yang tidak jauh dari daerah aliran sungai tersebut sempat tergenang banjir akibat luapan air yang drastis. Ia menyatakan kekhawatirannya jika hujan terus berlanjut. “Hujan lebih dari tiga jam, air dari hulu meluap drastis dan meluber. Kalau hujan lagi kemungkinan airnya naik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang sempat meninjau lokasi banjir di perumahan Lingkungan Kebon Baler Bale Agung, telah menginstruksikan camat dan lurah untuk melakukan evakuasi jika hujan dan debit air kembali meningkat. “Aparat kewilayahan agar siaga. Kalau banjir lagi dan tidak memungkinkan evakuasi mandiri, agar dibangun tenda,” tegasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *