Persindonesia.com Jakarta Selatan – Bambang Soeprapto School For Good Ethics And Leadership atau yang disingkat BSS GEL menyelenggarakan sarasehan dengan tema “Membangun Karakter Moral Penegak Hukum untuk Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Sejahtera”, sekaligus Pre-Launching pendiri Bambang Soeprapto School for Good Ethics and Leadership (BSS GEL) pada Sabtu, 24 Desember 2022.
Sarasehan yang diselenggarakan di Gedung The CEO Lantai 16 Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan tersebut dianggap sangat penting karena mengangkat tema yang berkaitan dengan kondisi kekinian bangsa Indonesia.
Tujuan didirikannya BSS GEL adalah untuk mengabdikan diri dalam bidang Pendidikan moral (etik) bagi para pemimpin dan penegak hukum dan turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa untuk membangun Indonesia yang berkarakter moral dan berkeadilan dalam bidang hukum yang diimplementasikan secara teori maupun praktek.
Beberapa Narasumber yang diundang diantaranya Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Komjen Pol. (P) Drs. Imam Sudjarwo, M.Si., Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, Prof. Dr. Musni Umar, M.Si., Dr. Abdullah Hehamahua, dan Saharto Sahardjo, SH., Sp.N., MBA.
Para narasumber yang diundang dan peserta yang hadir telah menyambut baik didirikannya Lembaga Bambang Soeprapto School for Ethics and Leadership, dan berharap kehadiran Lembaga ini mampu memberikan solusi kongkrit dari lemahnya karakter moral bangsa dan wadah untuk mendidik generasi pemimpin masa depan untuk menjalankan misi besar dengan berlandaskan pada kebenaran, keadilan, keamanan, kesejahteraan rakyat Indonesia.
Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan Guru Besar Universitas Indonesia bahwa tujuan Pendidikan nasional pada umumnya diarahkan untuk menciptakan lulusan yang siap bekerja, itu artinya lulusan-lulusan Pendidikan nasional kita diarahkan hanya untuk menjadi pegawai, bukan untuk menjadi pemimpin, pemilik perusahaan dan entrepreneur.
Oleh karena itu, BSS GEL diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan dan para penegak hukum yang selalu menjiwai semangat para pahlawan bangsa, seperti bapak Bambang Soeprapto yang menjadi nama dari Lembaga ini.
Begitu juga apa yang disampiakan oleh Haryono Eddyarto selaku Founder of BSS GEL bahwa hari ini banyak karakter kepemimpinan yang tidak mencerminkan moral kepemimpinan yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.
Komjen Pol. (P) Drs. Imam Sudjarwo M.Si. yang juga menyambut baik dan mengapresiasi rencana didirikannya Bambang Soeprapto School for Ethic and Leadership tersebut menyebutkan bahwa nama sekolah tersebut diambil dari nama seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia “Bambang Soeprapto”, seorang pejuang dan pahlawan Brimob yang semangat perjuangannya harus dilanjutkan oleh generasi sekarang.
Diawal kemerdekaan, dirinya memimpin penurunan bendera Hinomaru dan menggantinya dengan bendera Merah Putih.
Selain itu, Bambang Soeprapto juga memimpin langsung front pertempuran lima hari di Semarang, serta memimpin pertempuran melawan Belanda pada Agresi Militer II di Purwokerto dan Cilacap.
Visi dari lembaga ini adalah mewujudkan pemimpin yang beretika, bermoral, dan professional dalam karirnya.
Sedangkan Misinya adalah menciptakan pemimpin berkarakter moral dan kerkarakter kinerja, mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme di kalangan pemipin dan penegak hukum, menciptakan kesadaran dan tanggungjawab, melaksanakan gaya kepemimpinan spiritual centered leadership, dan menyiapkan pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perubahan.
Diharapkan kedepannya, Lembaga ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan dan para penegak hukum yang good governance dan selalu menjiwai semangat para pahlawan bangsa seperti bapak Bambang Soeprapto yang menjadi nama dari Lembaga ini.






