Tangerang Selatan,Persindonesia.com--Pembangunan gedung Perpustakaan di beberapa lokasi Kecamatan yang ada di Kota Tangerang selatan pada beberapa tahun yang lalu sampai saat ini belum digunakan sesuai peruntukan, hal tersebut menuai kritikan LSM Panglima, Perpustakaan daerah Kota Tangsel mengaku karena keterbatasan anggaran belum digunakannya bangunan perpustakaan tersebut.
Sekjen LSM Panglima, Daniel Yuhendra , mempertanyakan dua lokasi perpustakaan di dekat Kantor Kecamatan Serpong dan juga Setu yang kondisinya sampai saat ini belum digunakan untuk perpustakaan.
“Saya prihatin melihat dua kondisi perpustakaan yang di bangun menggunakan uang rakyat yang cukup besar tetapi sampai saat ini belum di gunakan, malah sekarang terlihat kumuh seperti gudang,”
Danil menilai pembangunan perpustakaan tersebut sebagai perencanaan yang gagal karena tidak sesuai dengan rencana pembangunan.
“Harusnya Kan setelah selesai di bangun bisa langsung digunakan masyarakat, sesuai rencana yaitu perpustakaan,tetapi faktanya malah jadi tempat yang tidak jelas peruntukannya, di Kecamatan sepong itu jadi tempat yang bertuliskan ruang restoratif justice,”
Danil menilai perencanaan perpustakaan tersebut asal -asalan hanya terfokus bagaimana anggaran Bisa terserap tidak dipikirkan penggunaannya setelah di bangun.
” Ide -ide perencanaan kegiatan ini kesannya asal buat rencana ,tidak terintegrasi dengan Dinas lain ,sehingga ketika sudah jadi gagap dalam menggunakan bangunan tersebut, yang akhirnya negara rugi karena bangunan yang dibuat makin lama makin ada aja yang rusak malah terlihat kumuh,”
Danil meminta ,inspektorat atau pihak kejaksaan untuk turun tangan untuk melakukan evaluasi.
“Saya berharap inspektorat atau kejaksaan turun tangan niih, nantinya kebiasaan membuat perencanaan yang tidak bermanfaat, ”
Sementara itu , Kepala bidang bangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel ,Suherman mengatakan, bahwa sebagai dinas tekhnis pembangunan, sudah selesai sesuai dengan perencanaan dan sudah dilakukan serah terima dengan Dinas Perpustakaan dan arsip Daerah untuk di gunakan .
“Kalau tugas kita sudah selesai Sebagai Dinas teknis dan sudah di lakukan serah terima,” kata Herman
Sementara itu, Arsifaris, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tangsel, Bhakti Haribowo, beralasan belum digunakannya bangunan perpustakaan dikantor kecamatan selama 3 tahun karena wabah covid.
” Karena memang terkendala dengan Covid ,anggaran kita tidak, ada mobil pusling aja jadi mobil edukasi, anggaran kami kan direkofusing,” kata Bakti saat ditemui di kantornya.jum’at (13/01/2023)
Proses penggunaan ,gedung perpustakaan kecamatan di klaim akan segera di gunakan di tahun 2023 ini,karena pengadaan kelengkapan perpustakaan sudah selesai di laksanakan.
“Ini sudah ada rak-rak nya akan dikirim nihTv nya dan bukunya akan segera dikirim,”
Namun ia mengakui bahwa kondisi perpustakaan saat ini sudah mulai ada yang rusak dan juga kotor belum diperbaiki.
“Betul, Kondisi lapangan Masih kurang baik,”
Dalam tata pengelolaan perpustakaan di Kantor kecamatan menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) berasal dari perpustakaan dan juga SDM dari Kantor kecamatan.
“Karenakan itu aset kita ,maka itu pakai SDM dari kita ,karena yang mengerti tat kelola perpustakaan dari kita, cuman karena itu tempat bersama ,nanti ada salah satu SDM dari Kecamatan Ciputat timur yang membantu,”
Ia mengaku tidak mengetahui , kalau pada tahun 2022 di anggaran murni dia adakan pengadaan barang perpustakaan ,yang saat itu pada tahun 2022 di klaim akan segera didistribusikan.
“Kalau itu saya tidak tau ya ,karena kalau pengadaan itu ada di Bu Kabid, kita ambil lagi terus di tambah lagi ,belum didistribusikan,”
Bhakti masih ragu kalau tahun ini semua barang perpustakaan akan segera didistribusikan.
“Insya Allah semuanya, kalau barang ada , kan bapa tau sendiri dilapangan ,kan kita ga punya anggaran pemeliharaan,kadang kita minta bantuan kecamatan untuk di rapihin kita minta karpet,”






