Persindonesia.com Jembrana – Seorang siswi SMP di Kabupaten Jembrana, diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada hari Rabu (15/3/2023) sekitar pukul 17.00 WITA di gubuk kebun milik orang tuanya. Kejadian tragis ini terungkap setelah kerabat korban yang merupakan paman korban hendak memberi makan ternak sapi miliknya dan melihat korban yang baru berusia 14 tahun, masih mengenakan seragam olahraga sekolah, menggantung diri di kayu lambang gubuk menggunakan tali plastik nilon biru.
Paman korban yang panik segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Petugas kepolisian bersama Inafis Polres Jembrana dan Tim Kesehatan datang ke lokasi kejadian beberapa menit kemudian. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Negara, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan serta petunjuk alat bukti di TKP, sementara motif gantung diri ini adalah karena frustasi karena diputuskan oleh pacarnya. “Ya ada bukti petunjuk WA,” tandasnya.
WNA berprilaku LIAR , berharap Imigrasi Tegas & Tuntas
Hasil pemeriksaan Inafis Polres Jembrana menyebutkan bahwa simbol gantung diri di lambang kayu dengan tinggi badan sekitar 148 cm, sedangkan jarak kayu lambang ke tanah kisaran 2 meter dan tinggi balai sekitar 60 cm. Bekas jeratan dan simpul di bagian belakang leher korban ditemukan sebagai tanda-tanda bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Sementara hasil pemeriksaan dokter UPTD Puskesmas Negara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan diperkirakan korban sudah meninggal selama dua jam sebelum ditemukan. Kini, keluarga dan kerabat korban sedang berduka atas perjalanan yang begitu cepat dan tragis ini. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Sur






