Sosialisasi Revitalisasi Pasar Negara, Pedagang Menolak Desain Bangunan

Persindonesia.com – Jembrana. Sosialisasi pertama terkait revitalisasi pasar yang dihadiri oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta Forkopimda Kabupaten Jembrana dan para pedagang Pasar Umum Negara mengalami kebuntuan, lantaran para pedagang menolak beberapa lapak diatur penempatannya, selain itu para pedagang juga sangat menolak ukuran luas ruangan blok yang hanya berukuran 2×3 m yang dirasa sangat sempit untuk berjualan.

Sebelumnya rencana bangunan pasar tersebut berlantai 4 agar bisa menampung menurut data sebanyak 1000 pedagang dengan luas ruangan berjualan rencananya 4×6 m, akan tetapi pedagang menolak berlantai 4 dan memilih hanya berlantai 2. Dipustuskalah pasar berlantai 2. Supaya bisa menampung begitu banyaknya para pedagang dipustuskan ukuran los hanya 2×4 meter, hal tersebut kembali ditolak oleh para pedagang dengan alasan los terlalu kecil.

Warga Tambak Dalam Tertangkap Bawa Sajam Ketika Operasi Gabungan Di Suromadu

Peguyuban Pasar Umum Negara, Putu Gede Eka mengatakan, keinginan para pedagang supaya pengaturan tempat dan posisi bisa didiskusikan, seperti pura itu tidak berubah dan pengaturan pedagang itu tidak diatur sesuai jenis jualannya. “Ini yang akan mematikan sesama teman, karena kita tahu kalau dijual bareng-bareng sama dengan barang yang sama akan membangkitkan konflik karena persaingan,” jelasnya. Senin (5/6/2023)

Pihaknya setuju pasar di revitalisasi agar lebih bagus, menurutnya apa yang sudah ada terposisikan sama seperti semula, pihaknya menegaskan tidak setuju dengan pengaturan. “luas bangunan yang disediakan terlalu kecil hanya dikasi luas 2×3 meter kalau bangunannya 4×6 kami setuju,” ujarnya.

Sekda Dewa Indra Ingatkan Tantangan Dalam Pengutamaan Bahasa Negara

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, dirinya sudah biasa menghadapi masyarakat. Dirinya pun sudah siap jika dirinya dicaci maki. “Itulah saudara kita. Itu tidak apa-apa. Ini ini bagian dari pada ada note untuk kita jadinya, sehingga ada koreksi yang harus kita lakukan pada design dan masterplan yang sudah ada. Kita akan diskusikan lagi ke pusat, mudah-mudahan semua terakomodir,” ucapnya.

Terkait dengan keinginan pedagang yang dirasa luas banguan hanya 2×3 sangat sempit. Dirinya sebelumnya sudah mengusulkan luas bangunan 4×6 m akan tetapi karena keputusan dari pusat hanya menyediakan luas banguan hanya 2×3 m. “Kami akan usulkan lagi ke pusat terkait permintaan dari para pedagang,” jelasnya.

Bupati Tamba Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Umum Negara

Pasar dijadikan lantai 2 lantaran akan memindahkan ruang publik yang sangat luas, itu design yang sudah maksimal artinya bahwa kalau hari ini tidak diterima oleh masyarakat itu merupakan tugas kami bagaimana menyerap aspirasi dari para pedagang, ya kami diskusikan kembali ke pusat, nanti aka nada sosialisasi lagi sampai disetujui. Sub

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *