Denpasar, persindonesia.com – SMP PGRI 8 Denpasar (Griasta School), salah satu lembaga pendidikan ternama di kota Denpasar ini, menggelar perayaan istimewa untuk memperingati ulang tahun ke-40 dan pelepasan siswa kelas IX, dilaksanakan di Aula SMP PGRI 8 Jl. Cokroaminoto Gg. Angsoka, Ubung, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, pada Sabtu (10/6/2023).
Acara yang dilaksanakan dengan penuh semangat dan kegembiraan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, Ibu Lurah Ubung, Ketua Yayasan, perwakilan sponsor, Kadus & Kaling di Desa Ubung Kaja & kelurahan Ubung, Babinsa serta alumni Griasta.
Pada puncak acara, seluruh undangan berkumpul di Griasta Sport Center untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai ungkapan cinta dan kebanggaan terhadap negara. Dalam suasana yang khidmat, doa juga dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Griasta School selama 40 tahun.
Setelah itu, tari kebesaran yang diciptakan oleh salah satu guru seni di Griasta berjudul Tari Puspaning Angaji dipertunjukkan oleh para siswa, menampilkan keindahan budaya lokal dan merepresentasikan sekolah Griasta dalam sebuah tarian. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol kesuksesan dan kelimpahan yang selalu menyertai Griasta School.
Tidak hanya itu, momen pelepasan siswa kelas IX juga menjadi sorotan utama. Penandatanganan berita acara serah terima siswa dilakukan oleh pihak sekolah kepada Ketua Komite sebagai simbol transisi siswa dari sekolah dasar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kemudian acara berlanjut dengan sambutan dari Anggota DPRD Kota Denpasar, Kepala Sekolah Griasta, Ibu Lurah Ubung, dan Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Gede Sumara Putra, S.T yang kerap disapa Bli Mangde, menyampaikan selamat kepada siswa-siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di Griasta School. “Saya yakin kalian pasti bangga bersekolah di sekolah industri kreatif yang mendukung penuh siswa-siswanya untuk mengembangkan potensi serta minat bakat selain itu memiliki kolam renang, studio musik dan juga lapangan basket sendiri, luar biasa.” ujar Bli Mangde diiringi sontak gembira dan tepuk tangan yang meriah dari para siswa dan tamu undangan yang hadir.

Sementara Kepala SMP PGRI 8 Denpasar, I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, ST., M.Pd., mengatakan rangkaian acara untuk memperingati ulang tahun ke-40 ini telah berlangsung dari tanggal 5-10 Juni dan telah sampai pada puncak acara hari ini. “Antusias siswa dalam mengikuti berbagai kegiatan seperti jalan santai, lomba basket, lomba renang, festival band dan stand kuliner” jelas Sugara. Gelaran acara rangkaian ulang tahun ini juga dimeriahkan dengan stand kuliner sebagai bentuk implementasi Kurikulum Merdeka di bidang kewirausahaan dimana siswa membuka stand kuliner. Siswa diajarkan bagaimana cara berwirausaha termasuk bagaimana cara pengelolaan dana dengan baik. Hari ini, kami juga mengadakan acara pelepasan siswa dengan hati penuh haru dan suka cita. Kami melepas siswa-siswa kami dengan bangga, sementara kami juga membuka pelukan kami bagi murid-murid baru yang ingin bergabung. Di gelombang kedua penerimaan siswa Griasta, kalian bisa mendapatkan subsidi dari Yayasan. Biaya pendaftaran terjangkau hanya Rp. 1.750.000, yang sudah termasuk pakaian seragam.

Dwi Karyna Paramita,S.STP,M.A.P selaku Lurah Ubung mengatakan saat ini keberadaan sekolah swasta mempunyai kualitas yang tidak kalah bagus dengan sekolah negeri, SMP PGRI 8 Denpasar ini salah satunya. Sekolah ini memiliki fasilitas lengkap dan memadai seperti AC & TV LED ditiap kelas, Absen Wajah, Buku Digital serta Perpustakaan Online. Tentu sekolah ini akan dapat mendukung proses belajar siswa-siswi Griasta untuk meraih prestasi.

Selanjutnya, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., selaku Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar juga turut menyampaikan harapan dan dukungan terhadap Griasta School. Nengah mengatakan Perayaan hari ini bukan hanya tentang merayakan usia sekolah ini, tetapi juga merupakan momen untuk merefleksikan pencapaian kita, membangun nostalgia indah, dan menginspirasi satu sama lain untuk terus bergerak maju. Bersama-sama, kita telah menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kreatif, dan mendorong perkembangan penuh potensi setiap individu. Sekolah ini telah menjadi rumah bagi banyak generasi siswa, tempat di mana persahabatan tumbuh, bakat dikembangkan, dan impian dikejar.
Suasana semakin meriah ketika lagu Griasta yang menjadi ciri khas sekolah dinyanyikan dengan penuh semangat oleh seluruh peserta. Selain itu, acara ini juga menampilkan beberapa atraksi seni, mulai dari modelling, penampilan band, solo dance, duet dance, hingga penampilan band dari SMPN 5. Bintang tamu spesial, K-9, turut memeriahkan acara dengan penampilan energik mereka.
Tak lupa, momen yang penuh kenangan juga dihadirkan melalui pemutaran video kelas IX yang menggambarkan momen-momen berharga bersama teman-teman sekelas. Siswa kelas IX juga memberikan persembahan khusus untuk mengenang masa-masa indah yang mereka jalani bersama.
Griasta School telah menjadi tempat belajar yang penuh makna bagi siswa-siswa yang telah menempuh pendidikan di sana. Dengan bangga dan penuh syukur, mereka melihat masa-masa bersekolah di Griasta sebagai suatu pengalaman yang tak terlupakan

Salah seorang siswa, Ni Putu Nadia Prita Andini, telah belajar di Griasta selama tiga tahun dan merasakan kebahagiaan serta kepuasan selama masa pendidikannya di sana. “Saya bersyukur dan bangga telah belajar di Griasta selama 3 tahun lamanya. Apa yang saya inginkan semuanya ada disini, mulai dari ekstrakurikulernya, pelajaran bahasanya, dan fasilitasnya,” ujar Nadia.

Sisi lain, I Made Evan Aditiya, siswa lain yang belajar di Griasta, juga mengekspresikan rasa kagumnya terhadap sekolah ini. “Griasta ini memang beda dengan sekolah lainnya, sistem belajarnya bagus, guru-gurunya baik, dan penyayang,” kata Evan. Evan juga menyoroti berbagai kegiatan yang diadakan oleh sekolah, seperti festival kuliner, parade ogoh-ogoh wong, dan pameran P5. Menurutnya, Griasta memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka melalui beragam kegiatan ini.
Acara tersebut diakhiri dengan pengalungan tanda penghargaan Gordon kepada kepala sekolah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam memimpin Griasta School. Kepala sekolah juga memberikan kata penutup yang menginspirasi semua peserta untuk terus berusaha dan menggapai impian mereka.
( Dudick )






