4 Kecamatan Masih Mendominasi HIV AIDS Terbanyak di Jembrana

Persindonesia.com Jembrana – Kasus HIV AIDS di Kabupaten Jembrana tercatat dari data yang diperoleh di Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana yang bersumber dari setiap Puskesmas disetiap kecamatan maupun di RSU dan RS Swasta di Jembrana. Yang didominasi Kecamatan Negara, Jembrana, Melaya dan Mendoyo.

Saat dikonfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Jembrana,  I Gede Ambara Putra, mengatakan, menurut data kasus HIV AIDS di Jembrana masih stagnan. Menurut data, di tahun 2022 yang menjalani tes sebanyak 5564 orang dengan hasil terdapat 89 kasus positif.

Di Elbajo Commodus, Wagub Cok Ace Paparkan Tiga Sektor Penopang Perekonomian Bali

“Semetara di tahun ini sampai bulan Mei 2023 masyarakat yang melakukan test sebanyak 2454 orang dan hasilnya ditemukan sebanyak 30 orang positif. “Ini baru sampai bulan Mei. Dari sekian orang yang melakukan test masih banyak masyarakat yang tidak mau mengikuti test atau memeriksakan dirinya ke tempat kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, di tahun 2022 merupakan tahun yang tinggi kasus HIV AIDS setelah di  tahun 2019 sebanyak 95 orang. Sedangkan di tahun 2020 tercatat sebanyak 87 orang sampai tahun 2021 sudah tercatat sebanyak 72 orang, akan tetapi di tahun 2022 seketika mengalami peningkatan sebanyak 89 orang.

Puluhan Turis Asing Kunjungi Sentra Tenun Jembrana 

“Kami terus melakukan test melaui pusat kesehatan seperti Puskesmas, RSU Negara dan rumah sakit swasta yang ada di Jembran. Adapun indikator sasaran yang di test ada sebanyak 8 sub populasi kunci, diantaranya, LSL, waria, PSK, Pasien TB, Pasien IMS, Penasun, WBP rutan dan scrining ibu hamil,” terangnya.

Ambara mengaku, dari sekian indikator sasaran yang di test, terdapat 2 orang ibu hamil yang postif dan sisanya dsri 8 populasi kunci lainnya. “Yang memprihatinkan sekarang salah satu dari 8 populasi kunci, mereka beberapa menolak untuk dianjurkan melakukan tes dan yang sudah positif juga menolak disarankan untuk berobat,” ujarnya.

Menhan Prabowo Saksikan Penandatanganan Framework Kerja Sama Pendidikan antara Unhan RI dan Kedubes Palestina

Pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak takut melakukan pengecekan di tempat kesehatan, agar tidak terlambat mengkonsumsi obat yang sudah di sediakan. “Itu untuk kebaikan diri sendiri dan juga bagi orang lain,” pungkasnya. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *