Kasus DBD di Jembrana Mulai Menurun

Ditahun 2023 mulai Bulan Januari Kasus DBD di Kabupaten Jembrana sampai saat ini mengalami penurunan

Persindonesia.com Jembrana – Mulai dari bulan Januari sampai bulan Juli 2023 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jembrana mengalami penurunan. Data dari Dinas Kesehatan Jembrana menunjukan, bulan Januari terdapat 70 kasus, hingga bulan Juni sudah menurun menjadi 42 kasus, sedangkan di bulan Juli sampai hari ini tercatat 12 kasus.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang dimulai dari tahun 2019 sampai 2023 cendrung mengalami peningkatan. Dari tahun 2019 tercatat sebanyak 213 kasus, 2020 meningkat menjadi 267, di tahun 2021 mengalami penurunan mencapai 96 kausu. Sedangkan di tahun 2022 kembali meningkat menjadi 347 kasus, di tahun 2023 meningkat sampai bulan Juli mencapai 402 kasus.

Permudah layanan, RSUD kota Tangerang terapkan istem Pendaftaran Online

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana dr. I Gede Ambara Putra mengatakan, di tahun ini mulai mengalami penurunan, dari bulan Mei terdapat sebanyak 86 kasus. Sedangkan di bulan Juni mengalami penurun sebanyak 42 kasus. Sampai hari ini di bulan Juli sebanyak 12 kasus.

“Astungkara sudah mulai mengalami penurunan, menurut dari bulan-bulan sebelumnya sampai bulan Juni 12 kasus sampai hari ini, sudah jauh menurun, mudah-mudahan terus menurun,” harapannya. Kamis (13/7/2023).

Kasal Tutup Pendidikan dan Me-Wisuda Taruna AAL Angkatan Ke-68 TA 2023

Ambara mengaku, mulai bulan Januari sampai bulan ini belum ditemukan kasus meninggal dunia akibat DBD. “Kami menghimbau kepada warga, agar selalu melakukan 3 M (menguras, Menutup, Mengubur) sumber-sumber genangan air. Selain itu selalu waspada jika ada kasus di lingkungan sekitar segara melapor ke desa setempat agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya

Lebih jelasnya Ambara mengatakan, untuk antisipasi pihaknya tetap melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang meliputi penelusuran latar belakang penderit BDB melalui dari hasil diagnosis, tempat tinggal dan riwayat perjalanan. “Petugas kami yang dari Puskesmas juga memeriksan jentik-jentik nyamuk dirumah warga, selanjutnya dilakukan fogging,” tandasnya. Sur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *