Pasar Umum Negara Mulai Dibongkar, Sebagian Pedagang Masih Bertahan

Persindonesia.com Jembrana – Batas akhir relokasi Pasar Umum Negara yang dijadwalkan para pedagang mengosongkan pasar pada hari ini Senin 21 Agustus 2023, sebagian pedagang pasar yang tergabung dalam Paguyuban Pasar sampai hari ini masih bertahan di kiosnya masing-masing dan tetap berjualan. Sebagian juga sudah mengosongkan blok mereka.

Sesuai surat edaran beberapa hari lalu, kini Revitalisasi pasar umum negara mulai dilakukan, sebagian pedagang sudah mengosongkan bloknya, sedangkan beberapa pedagang masih bertahan di pasar. Para pedagang kumpul di terminal lama saat para petugas mulai membongkar blok pasar yang sudah kosong, terlihat juga alat berat sudah disiapkan untuk melakukan pembongkaran.

Wujudkan Commander Wish Kapolda Bali Melalui Blue light Patrol

Seperti biasanya para pedagang diwakili oleh Paguyuban Pasar melalui H Yunus mengaku selama ini pihaknya selama sosialisasi tidak pernah diajak berdiskusi, pada hal mereka sudah 3 kali diundang Bupati Jembrana bertempat di rumah jabatan bupati. Anehnya Yunus mengaku saat 3 kali bertemu dengan bupati, belum mendapatkan kesepakatan terkait besar kios, yang awalnya ditetapkan ukuran kios 2X3 meter. Ukuran tersebut ditolak oleh para pedagang.

“Kami meminta untuk bertemu kembali dengan bapak bupati apapun hasilnya nanti entah disepakati atau tidak, nanti kami kembalikan lagi kepada para pedagang,” ujarnya. Senin (21/08/2023).

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Kunker di Kabupaten Deli Serdang Medan

Kali ini Bupati Jembrana I Nengah Tamba turun langsung ke Pasar Umum Negara untuk menyapa para pedagang yang berada di terminal lama pasar. Setelah dilakukkan negoisasi, diputuskan bupati mengajak para pedagang yang diwakili oleh peguyuban pasar kembali rapat di Polres Jembrana. Dari hasil rapat tersebut diputuskan revitalisasi tetap jalan terus, sementara para pedagang diminta untuk segera berpindah ke tempat relokasi dengan tertib

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang datang langsung menemui para paguyuban dan pedagang yang di terminal lama Pasar Umum Negara mengatakan, terkait tuntutan para pedagang ditolaknya ukuran los, dirinya sudah menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Bali. “Bapak gubernur menegaskan, tidak adanya gunanya bantuan tersebut kalau tidak diterima oleh rakyat. Kemarin kita melakukan kesepakan saat rapat dengan bapak gubernur dan juga balai untuk memperluas ukuran standar yang sebelumnya 2×3 meter menjadi 3×4 meter,” ungkapnya.

Perbuatan Terpuji dan Tulus 4 Anak-anak Tampan Dapat Apresiasi Kapores Jembrana

Dirinya mohon kepada para pedagang untuk tertib melakukan relokasi menuju tempat relokasi yang sudah disediakan. “Jika pedagang kompak melakukan relokasi, kami akan berusaha untuk mempublikasikan tempat tersebut agar diketahui oleh masyarakat Jembrana, selain itu kami akan mewajibkan para pegawai Pemkab Jembrana untuk berbelanja di tempat relokasi baik saat istirahat maupun saat pulang kerja. Pegawai ada kisaran 3 ribu lebih di Pemkab Jembrana. Revitalisasi Pasar Umum Negara tetap jalan,” tegasnya.

Dengan adanya revitalisasi pasar tersebut, pihaknya tidak berniat untuk menyengsarakan atau menelantarkan para pedagang. “Apa yang kami lakukan itu positif dan justru apa yang kita lakukan ini adalah untuk menuju dari pada kesejahteraan dari pedagang dan masyarakat semuanya. Kita berpikir dari segi pembeli dan pedagang, tidak hanya para pedagang saja yang kita hormati tapi pembeli juga kita hormati untuk memberi fasilitas yang layak untuk datang ke pasar. Sur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *