Persindonesia.com Jembrana – Empat kecamatan di Kabupaten Jembrana, Bali, terancam mengalami kekeringan akibat dampak dari fenomena El Nino. Pendataan awal yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana menunjukkan bahwa setidaknya ada 38 banjar/lingkungan di delapan desa dan dua kelurahan yang berpotensi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan bahwa pendataan masih berlangsung di Kecamatan Pekutatan, sehingga total kecamatan yang terancam kekeringan menjadi lima.
Perumda Putus Saluran Air di Pasar Umum Negara, 49 Pelanggan Tak Bayar
“Kami mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pendataan di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan akibat dampak dari fenomena El Nino. Saat ini sudah ada empat kecamatan, dan sisanya masih dalam proses,” ungkapnya, Kamis (24/8/2023).
Rincian empat kecamatan yang terdampak diantaranya, Kecamatan Melaya: Desa Tukadaya (7 banjar) dan Desa Manistutu (5 banjar). Kecamatan Negara: Desa Berangbang (6 banjar) dan Kelurahan Baler Bale Agung (2 lingkungan). Kecamatan Jembrana: Kelurahan Pendem (3 lingkungan), Desa Batuagung (3 banjar), dan Desa Dangin Tukadaya (2 banjar). Kecamatan Mendoyo: Desa Mendoyo Dauh Tukad (5 banjar), Desa Mendoyo Dangin Tukad (3 banjar), dan Desa Mendoyo Dauh Kelambu (2 banjar)
Artana menambahkan, mayoritas wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan menghadapi penurunan debit air yang signifikan dan sebagian besar tidak memiliki bak penampungan air. Untuk mengantisipasi dampak pihaknya telah merencanakan penyediaan suplai air bersih sesuai dengan kebutuhan warga. BPBD juga mengimbau agar warga segera melaporkan kepada pihak desa jika membutuhkan pasokan air bersih.
“Kami akan menyediakan suplai air bersih jika diperlukan. Saat ini, sudah ada distribusi lebih dari 20 ribu liter air bersih di Kelurahan Pendem. Wilayah ini juga mengalami penurunan debit air,” imbuhnya. Sur






