Banyuwangi, 24 September 2023 – Festival Gandrung Sewu 2023 yang digelar di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Pasalnya, pagelaran seni budaya ini tidak bisa dinikmati masyarakat secara gratis.
Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Banyuwangi, Nur Muzayyin, mengatakan bahwa seharusnya pertunjukan yang digagas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) harus gratis.
“Kalau terkait grandrung sewu ini seharusnya tempat evennya yang di ganti bukan monotune disitu saja, di karenakan gandrung sewu itu bukan tradisi melainkan pertunjukan,” kata Nur Muzayyin saat diwawancarai di kantornya, Senin (24/9/2023).
Pemain Bola Desa Bumiharja Ikut Seleksi Liga 3 Persegal Kota Tegal
Nur Muzayyin menambahkan bahwa jika acara ini dilaksanakan di Pantai Marina Boom setiap tahun, maka pemerintah daerah justru memajukan perekonomian Pelindo Property Indonesia (PPI) sebagai pengelola wisata disitu. Padahal, festival ini diadakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan penghasilan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Saya menyarankan kepada Disbudpar Banyuwangi supaya pagelaran sendra tari gandrung sewu di tahun berikutnya bisa bergantian di tempat yang lain,” imbuhnya.
Sekretaris Lembaga Pengawasan Republik Indonesia (LPRI) Banyuwangi, Nanang Rama Biyadin, juga ikut angkat bicara terkait hal ini. Ia menjelaskan bahwa acara gandrung sewu di adakan di wisata marina boom seolah dipaksakan oleh Disbudpar Banyuwangi.
Membludak Antusiasme Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Kolaborasi RSU Puri Raharja, SMSI & Kadin Bali
“Kok masih dipaksakan disitu, ini yang perlu di awasi,” kata Nanang.
Nanang juga menegaskan bahwa sumber anggaran acara Gandrung Sewu perlu dipertanyakan. Ia menduga bahwa ada informasi masyarakat sekolah yang mengirimkan siswinya mengeluarkan biaya sendiri.
“Selain itu, kami juga menduga pertunjukan ini di buat ajang bisnis antara Disbudpar dengan PPI,” tegasnya.
Rajia Miras Gabungan Satpol PP Dan TNI-Polri Segel Satu Tempat Hiburan
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Erni






