Persindonesia.com, Tegal – Pengerjaan Rabat Beton tahun anggaran 2024 dilokasi berbeda di Kecamatan Kramat senilai ratusan juta dikeluhkan warga.
Pasalnya, Rabat Beton menggunakan anggaran senilai 110 juta dan 65 Juta rupiah tersebut belum lama dikerjakan namun sudah mengalami keretakan dan pecah.
Kondisi inipun membuat masyarakat dan warga mengeluhkan kualitas pengerjaan dari Rabat Beton tersebut bahkan di duga pengerjaan dipihak ketigakan.
Perketat Pengamanan Pintu Masuk Bali, Polri Pantau Kabel Listrik Kerahkan Anjing Pelacak
Menyikapi hal tersebut terkait keluhan masyarakat, pihak pemerintah Desa saat di temui di Kantor Desa didampingi Ketua BPD Sugito dan Siti Fatiha mengakui bila pengerjaan diserahkan kepihak ketiga.
“Bahkan menurut keterangan dihimpun bahwa pihak ke tiga merupakan orang yang paham akan teknis terkait pengerjaan rabat beton,” ujarnya pada Rabu 15 Mei 2024 diruang kerjanya.
Sedangkan Ketua BPD terkait keluhan warga akan kondisi Rabat Beton yang sudah mukai retak tak memberikan komentar. “Pasalnya pihak Kecamatan belum memberikan hasil monef,” katanya (Karmono)






