Persindonesia.com Jembrana – Maraknya kasus bunuh diri pada remaja di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian serius dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Kepala UPTD PPA Kabupaten Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, mengungkapkan keprihatinan atas fenomena ini dan segera mengambil langkah nyata untuk mengatasinya.
“Dari sekian kasus yang terjadi di Jembrana, setengahnya merupakan masalah keluarga,” ungkap Dewi usai pelatihan konselor anak depresi di Pemkab Jembrana. Selasa (12/6/2024)
Lebih lanjut, Dewi menjelaskan, faktor pendorong bunuh diri pada remaja di Jembrana beragam, namun intinya adalah pembentukan mental dan karakter serta jiwa anak. Keluarga berperan besar sebagai sistem pendukung utama bagi anak.
Menhan Prabowo dan Raja Yordania Duduk Bersama Lagi Usai KTT, Bahas Peningkatan Bantuan Untuk Gaza
“Ketika anak tidak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan, mereka mencari di luar dan jika tidak sesuai dengan ekspektasi, pemikiran mereka bisa berubah dan memicu keraguan serta kebingungan. Hal ini bisa membuat mereka ‘meledak’ dan nekat mengakhiri hidup karena tidak bisa mencurahkan isi hati,” jelas Dewi.
Menyadari hal ini, UPTD PPA membentuk 60 kader konselor sebaya dari Forum Anak Daerah Kabupaten Jembrana yang terdiri dari anak SD, SMP, dan SMA. “Mereka nantinya diharapkan dapat lebih mudah diterima oleh anak-anak lain dan memahami permasalahan yang mereka hadapi,” harapannya.
Ia mengaku, para konselor sebaya ini akan mendampingi anak-anak yang bermasalah di sekolah maupun di rumah, memberikan pendampingan, dan pemulihan untuk menghilangkan trauma dan mengatasi permasalahan yang dihadapi.
“Kami juga berencana mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah pada bulan Juli, setelah libur semester berakhir. Setelah anak-anak masuk dan mulai belajar dengan normal saat itu kita akan mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ucapnya.
Paman Meninggal Jatuh dari Pohon Saat Selamatkan Keponakan yang Hendak Bunuh Diri
Dewi juga mengaku, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri di kalangan remaja. “Kami harap dengan langkah-langkah ini, kasus bunuh diri pada remaja di Jembrana dapat diminimalisir,” pungkasnya. Dar






