Persindonesia.com Jembrana – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 1 Negara melalui jalur zonasi untuk tahun ajaran 2024/2025 diprediksi penuh. Hal ini disebabkan oleh tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri, yang dipicu oleh penutupan beberapa sekolah swasta di Kabupaten Jembrana.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa kuota PPDB di SMPN 1 Negara terbatas, yaitu 278 orang untuk 10 rombel dengan kapasitas 32 siswa per rombel.
“Saat ini, jalur zonasi masih berjalan aman dan lancar. Namun, kami mengantisipasi kemungkinan kelebihan siswa di SMPN 1 Negara, mengingat sekolah tersebut telah menerima 42 siswa melalui jalur afirmasi dan perpindahan orang tua,” terangnya. Jumat (5/7/2024).
RB Meningkat, Angka Kemiskinan di Klungkung Mencapai 5,61% Tahun 2023
Anom menuturkan bahwa pihaknya akan mengajukan penambahan kuota kepada pimpinan jika terjadi kelebihan siswa. Penambahan kuota ini maksimal 40 orang, dengan pertimbangan standar pelayanan minimal dan keterbatasan daya tampung sekolah.
“Penambahan kuota ini dilakukan karena tidak memungkinkan untuk menambah rombel baru. Selain itu, kami juga ingin pemerataan jumlah siswa di sekolah-sekolah lain, terutama di wilayah perkotaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anom menegaskan bahwa penambahan kuota ini juga bertujuan untuk menyelamatkan nasib guru di sekolah lain. Jika sekolah tersebut tidak mendapatkan siswa, maka guru-gurunya terancam tidak bisa mengajar.
Polres Klungkung Menangkan Praperadilan Kasus Korupsi Dana APBDes Tusan
“Kita tidak hanya memikirkan SMPN 1 Negara, tapi juga pemerataan di SMP lain. Zonasi dilakukan untuk pemerataan perolehan siswa,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Negara, I Ketut Tastra, membenarkan bahwa kuota PPDB di sekolahnya terbatas. Pendaftaran PPDB jalur zonasi telah dibuka mulai tanggal 1 hingga 2 Juli 2024.
“Kami menghimbau kepada calon siswa yang ingin mendaftar melalui jalur zonasi untuk segera mendaftarkan diri sebelum pendaftaran resmi ditutup,” ujarnya. Dar






